Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
24 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
3
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
23 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Badminton
23 jam yang lalu
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Home  /  Berita  /  e-Sports

Setop Impor Bensin Jadi, Bahlil Targetkan BBN E50 Disokong Penuh Komoditas Lokal

Setop Impor Bensin Jadi, Bahlil Targetkan BBN E50 Disokong Penuh Komoditas Lokal
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Selasa, 22 September 2026 14:06 WIB

JAKARTA - Ratusan triliun uang negara yang setiap tahun habis dibakar untuk mengimpor bahan bakar minyak segera ditekan melalui optimalisasi hasil bumi lokal. Pemerintah mulai menyusun rancangan besar pemanfaatan bahan bakar nabati jenis E10 hingga E50 yang akan disuplai secara eksklusif dari produksi etanol tebu, jagung, dan singkong asal dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan rancangan regulasi pengembangan E50 telah masuk tahap pembahasan di meja Dewan Energi Nasional (DEN). Langkah ini diambil untuk mengamankan suplai energi nasional tanpa harus berbelanja etanol dari pasar luar negeri.

"Jadi kita pengen untuk memanfaatkan produksi kita dalam negeri," sebut Bahlil di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Fase Penerapan dan Kemandirian Nasional

Untuk merealisasikan kemandirian ini, Bahlil menyebut penerapan E10 ditargetkan berjalan pada 2027 sebelum ditingkatkan menjadi E20 pada tahun 2028. Menurutnya, kesuksesan meracik biodiesel hingga tingkat B50 serta referensi penggunaan E100 di Brasil dan kawasan Amerika Serikat memberikan optimisme tinggi bagi Indonesia.

Pengolahan komoditas pertanian secara masif diyakini sanggup menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah. Bahlil sangat menentang keras skenario dimana implementasi E50 hanya menggeser jenis impor energi semata.

"Jadi kita tidak mau menerapkan E10, E20, atau E50 tapi etanolnya diimpor dari luar, sama aja itu," timpalnya dengan nada lugas.

Pembiayaan Pabrik dan Skema Pertanian

Demi menyokong rantai pasok tersebut, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bertindak cepat dengan menggalang komitmen bersama 44 bupati usai menerima mandat dari Presiden Prabowo Subianto. Amran membidik ketersediaan lahan seluas 1 hingga 2 juta hektare, dengan rincian 1 juta hektare dialokasikan penuh untuk komoditas tebu.

Ia membeberkan bahwa pemerintah akan memaksimalkan 1,3 juta hektare lahan pelepasan dan wilayah agroforestri demi menghindari kerusakan hutan. "Kalau sudah cocok dengan tebu, oke itu aja kita pakai," rincinya.

Terkait target penyaluran jangka panjang, Amran memperhitungkan kesiapan implementasi E20 di tahun 2029, lalu terus digenjot ke batas E40 pada periode 2030 hingga 2031. Skema permodalan pabrik pengolahan akan menyedot dana dari BUMN sebesar 30 persen dan 70 persen sisanya dari suntikan swasta, dengan porsi yang masih bisa menyesuaikan.

Secara makroekonomi, gabungan program B50 dan E50 diproyeksi mampu menyelamatkan devisa senilai 30 miliar Dolar AS atau Rp 500 triliun setiap tahunnya, sekaligus mendongkrak penciptaan delapan juta lapangan kerja. "Artinya kurang lebih Rp500 triliun per tahun. Per tahun kita hemat devisa kita," tutup Amran.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:e-Sports, Nasional, Voli, DKI Jakarta
wwwwww