Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
22 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
22 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Buntut Dugaan Celah Keamanan Kode QR, BI Perintahkan Audit Sistem Dompet Digital

Buntut Dugaan Celah Keamanan Kode QR, BI Perintahkan Audit Sistem Dompet Digital
Dompet Digital Dana.
Rabu, 23 September 2026 14:23 WIB

JAKARTA - Keandalan sistem keamanan teknologi finansial kembali diuji setelah munculnya gelombang aduan masyarakat terkait pembobolan saldo melalui fitur pembayaran kode QR. Merespons ancaman tersebut, Bank Indonesia (BI) kini mengawasi ketat sebuah aplikasi dompet digital yang diduga menjadi celah masuknya transaksi ilegal.

Langkah cepat diambil oleh bank sentral guna memastikan tidak ada lagi konsumen yang menjadi korban dari lemahnya mekanisme autentikasi pada platform tersebut.

"Bank Indonesia telah melakukan langkah pengawasan dan meminta penyedia dompet digital melakukan investigasi secara menyeluruh. Perbaikan atas kelemahan dan penguatan pengamanan harus dilakukan," papar Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Rabu (23/9/2026).

Kewajiban Penguatan Tata Kelola Sistem

Denny mengingatkan bahwa keamanan dan keandalan sistem adalah hal yang tidak bisa ditawar bagi setiap penyelenggara jasa pembayaran. Oleh karena itu, pengujian dan manajemen risiko harus selalu diperbarui secara berkala.

"Setiap penyelenggara wajib memastikan pengembangan aplikasi didukung oleh tata kelola, manajemen risiko, serta pengendalian keamanan yang memadai," urainya.

Penyedia aplikasi terkait kini diwajibkan untuk memverifikasi setiap keluhan pengguna secara detail, terutama yang menyangkut kerugian finansial akibat riwayat transaksi yang tidak pernah mereka lakukan secara sadar.

Kawal Ketat Pengembalian Kerugian

Hak konsumen menjadi fokus utama BI dalam menangani kemelut ini. Otoritas berjanji akan terus mengawasi jalannya penyelesaian sengketa agar setiap pengguna mendapatkan keadilan dan haknya kembali.

"Bank Indonesia akan terus mengawal proses penyelesaian insiden ini hingga hak konsumen yang terdampak terpenuhi sesuai ketentuan. Tindak lanjut pengawasan secara tegas pasti kami lakukan," tandasnya.

Sebagai langkah pencegahan dini, BI meminta warga agar lebih mawas diri dalam menjaga kerahasiaan informasi perbankan mereka dan aktif mengecek riwayat mutasi rekening melalui aplikasi masing-masing. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Olympic
wwwwww