Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  SEA Games

Jutaan Warga Bodetabek Masuk Jakarta, Transjabodetabek Diminta Benahi Integrasi

Jutaan Warga Bodetabek Masuk Jakarta, Transjabodetabek Diminta Benahi Integrasi
Bus Transjabodetabek. (Ist).
Rabu, 23 September 2026 14:35 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta setiap hari, terutama pada jam sibuk. Kondisi ini membuat pengembangan Transjabodetabek tak bisa berhenti pada penambahan rute dan armada, tetapi harus mampu memangkas waktu serta biaya perjalanan warga dari wilayah penyangga.

Legislator Komisi A DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mengatakan, mobilitas Jakarta tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Setiap hari, jutaan warga dari wilayah tersebut masuk ke Jakarta untuk bekerja, sekolah, berdagang, dan menjalankan berbagai aktivitas.

‎
‎"Transportasi harus benar-benar memudahkan kehidupan sehari-hari," kata Khoirudin, dikutip Rabu (23/9/2026).
‎
‎Menurut dia, tingginya mobilitas warga Bodetabek membuat konektivitas transportasi lintas wilayah menjadi persoalan yang harus ditangani secara terpadu. Keberhasilan Transjabodetabek pun tidak cukup diukur dari jumlah koridor maupun armada yang bertambah.
‎
‎Khoirudin menilai, indikator pentingnya adalah perubahan pola perjalanan masyarakat. Sistem transportasi publik harus mampu membuat warga meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan angkutan umum.
‎
‎"Kalau warga bisa meninggalkan kendaraan di rumah, itu baru terasa manfaatnya," tegasnya.
‎
‎Untuk mencapai tujuan tersebut, integrasi antarmoda menjadi salah satu kunci. Penumpang dari Bodetabek harus dapat berpindah dari bus menuju MRT, LRT, KRL, maupun TransJakarta dengan mudah dan tanpa hambatan berarti.
‎
‎"Integrasinya harus terasa dari rumah sampai tujuan," ucapnya.
‎
‎Persoalan lain yang perlu diperhatikan adalah biaya perjalanan. Khoirudin mengatakan warga tidak hanya menghitung harga satu tiket, tetapi mempertimbangkan total ongkos sejak berangkat dari rumah hingga tiba di tempat kerja atau sekolah.
‎
‎"Yang dihitung warga adalah total ongkos dari rumah sampai tujuan," ujarnya.
‎
‎Karena itu, integrasi tarif perlu menjadi bagian dari pengembangan Transjabodetabek. Ongkos yang semakin mahal akibat harus membayar beberapa moda secara terpisah berpotensi membuat masyarakat kembali memilih sepeda motor atau mobil pribadi.
‎
‎Pengembangan sistem transportasi juga dinilai harus dimulai dari titik keberangkatan warga di Bodetabek. Halte, akses pejalan kaki, ruang tunggu, keamanan, hingga koneksi dengan angkutan lokal perlu diperbaiki agar perjalanan masyarakat nyaman sejak awal.
‎
‎"Jangan membangun sistem hanya dari sisi Jakarta," tutur Khoirudin.
‎
‎Dia menambahkan, transportasi publik yang mudah diakses dan terintegrasi juga memiliki dampak lebih luas terhadap kehidupan masyarakat. Waktu perjalanan yang lebih efisien dapat memberikan ruang bagi warga untuk keluarga, aktivitas sosial, maupun kegiatan ekonomi.
‎
‎“Manfaatnya bukan hanya mengurangi kemacetan,” pungkas Khoirudin. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww