Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
24 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
24 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
3
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
24 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
4
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
5
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Chef Togap Manjakan Atlet Indonesia dengan Sajian Masakan Rasa Nusantara

Chef Togap Manjakan Atlet Indonesia dengan Sajian Masakan Rasa Nusantara
MasterChef Indonesia Season 12, Adhitogap Siregar atau Chef Togap. (NOC Indonesia)
Kamis, 24 September 2026 11:09 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NAGOYA - Adhitogap Siregar atau Chef Togap, kontestan MasterChef Indonesia Season 12, kini bertanggung jawab dari balik dapur Rumah Indonesia yang berada di kawasan Sakae, Nagoya. Setiap hari, ia memimpin tim dapur untuk menyiapkan makanan bagi atlet, ofisial, maupun masyarakat Indonesia yang datang berkunjung.

Pria yang lahir dan besar di Bandung, Jawa Barat, itu setidaknya menyiapkan 150 porsi makanan setiap hari. Bagi Chef Togap, kesempatan memasak untuk para atlet yang tengah membawa nama Indonesia memberikan pengalaman tersendiri.

“Ada kepuasan dan keharuan luar biasa saat melihat senyum para atlet begitu menikmati hidangan yang kami sajikan. Bisa mengobati rasa kangen rumah mereka di tengah perjuangan membela negara adalah sebuah kehormatan bagi saya,” tutur Chef Togap.

Ia memahami bahwa bagi para atlet yang telah berminggu-minggu berada di Jepang, makanan bukan sekadar kebutuhan untuk memenuhi asupan. Ada cita rasa rumah yang ingin tetap mereka rasakan. Karena itu, tim dapur berupaya menjaga cita rasa masakan tetap dekat dengan rasa Nusantara.

Sejumlah bahan dan bumbu kunci juga dibawa langsung dari Indonesia. Sekitar 30 persen bahan baku dan bumbu berasal dari Tanah Air, sementara kebutuhan lainnya dipenuhi menggunakan bahan segar yang tersedia di Jepang.

“Untuk menghadirkan rasa yang benar-benar otentik, kami membawa bumbu-bumbu racikan langsung dari Indonesia, porsinya sekitar 30 persen dari total bahan. Sisanya kami kombinasikan dengan bahan segar lokal di Jepang tanpa mengurangi karakter rasa aslinya,” jelas Chef Togap.

Setiap hari, ratusan porsi makanan disiapkan melalui proses yang dilakukan secara sistematis. Sebagian proses pengolahan dilakukan melalui central kitchen sebelum makanan dibawa ke Rumah Indonesia untuk disajikan.

“Sistem rumah masak ini kami terapkan agar saat atlet tiba, makanan bisa disajikan dengan cepat, segar, dan tetap hangat. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak CdM Todotua Pasaribu dan Tim Deputi yang telah memberikan dukungan penuh dan fasilitas terbaik sehingga tim dapur bisa bekerja maksimal,” kata Chef Togap.

GoNews.co Para atlet Indonesia saat meny
Para atlet Indonesia saat menyantap sajian masakan Nusantara. (NOC Indonesia)

Masakan yang disiapkan Chef Togap pun mendapat apresiasi dari atlet, ofisial, tim CdM, hingga masyarakat Indonesia yang berada di Jepang.

Salah satunya datang dari tim bulutangkis putri Indonesia. Thalita Ramadhani Wiryawan yang menyempatkan diri datang ke Rumah Indonesia setelah menjalani pertandingan. Keduanya menikmati hidangan Indonesia yang disajikan di sana.

Bagi Thalita, makanan tersebut menjadi pengobat rindu setelah cukup lama berada di Jepang untuk menjalani pemusatan latihan.

“Enak banget, mengobati rasa rindu sama Indonesia juga. Apalagi kita sudah TC duluan di sini. Jadi sudah lama enggak ngerasain makanan Indonesia,” ucap Thalita.

Hal serupa dirasakan atlet triathlon putri, Martina Ayu. Setelah menjalani pemusatan latihan dan berada di luar negeri selama beberapa pekan, cita rasa Indonesia menjadi salah satu hal yang ia rindukan.

“Kami sudah hampir tiga minggu di luar negeri. Lidah dan perut rasanya tidak bisa bohong, tetap mencari cita rasa Indonesia. Kehadiran Rumah Indonesia ini sangat membantu menjaga moril kami di sini,” ungkap Martina.

Sejak beroperasi, atlet dari berbagai cabang olahraga tampak bergantian datang ke Rumah Indonesia. Mereka tidak hanya menikmati makanan khas Indonesia, tetapi juga merasakan suasana yang lebih dekat dengan Tanah Air di tengah perjuangan mengikuti Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Rumah Indonesia sendiri ditujukan sebagai hub bagi atlet, ofisial, diaspora, dan pendukung Tim Indonesia, termasuk menjadi ruang untuk kegiatan nonton bareng pertandingan. Rumah Indonesia beroperasi setiap hari pukul 10.00–20.00 waktu setempat selama penyelenggaraan Asian Games.

Kehadirannya menjadi salah satu bentuk dukungan bagi Kontingen Indonesia sekaligus menghadirkan ruang bagi masyarakat Indonesia di Nagoya untuk ikut merasakan perjuangan Merah Putih dari jauh. ***

wwwwww