Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
24 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
23 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Hadiri Maulid di Masjid Al-Husniyah, Munjirin Minta Generasi Muda Perkuat Agama

Hadiri Maulid di Masjid Al-Husniyah, Munjirin Minta Generasi Muda Perkuat Agama
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin saat menghadiri peringatan maulid nabi di Masjid Jami’ Al-Husniyah. (Ist)
Kamis, 24 September 2026 10:56 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengajak masyarakat menjaga tradisi keagamaan, termasuk Maulid Nabi, sekaligus memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

Hal ini disampaikan Munjirin saat menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ Al-Husniyah, Kampung Sumur, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit.

 
Dalam pelaksanaan kegiatan yang dihadiri sekitar 600 jamaah tersebut, Munjirin mendorong agar kegiatan Maulid Nabi dapat menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak, antara lain dengan melibatkan mereka dalam berbagai aktivitas Maulid yang berkaitan dengan tugas atau kegiatan sekolah.
 
"Keterlibatan anak dalam kegiatan keagamaan dapat membantu membentuk karakter sekaligus menciptakan lingkungan positif bagi tumbuh kembang generasi muda," kata Munjirin, dikutip darinketerangan tertulis, Kamis (24/9/2026).
 
Munjirin juga mengingatkan anak-anak dan generasi muda untuk menjauhi tawuran serta berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.
 
Ia menambahkan, dalam kondisi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026, masyarakat diminta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
 
Peringatan Maulid Nabi yang berlangsung pada 20 September 2026 tersebut dihadiri tokoh agama, ulama, masyayikh, ustaz, tokoh masyarakat, sesepuh kampung, warga, serta tamu undangan dari unsur pemerintahan, dan lembaga keagamaan.
 
Sejumlah tokoh hadir antara lain, Habib Hud bin Muhammad Baqir Alatas, Pimpinan Majelis Assalafi; Habib Ridho bin Yahya, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fath, Citeureup, Bogor; Dr. KH. Ali Sibromalisi, MA, Ketua BWI DKI Jakarta; Dr. KH. Syaifullah Hasbiyallah; dan KH. Wawan Nurfauzi.
 
Kemudian, KH. Abdul Karim, SQ, Qari Internasional Bangladesh 2026; KH. Achmad Ridho Amir, S.Ag., M.HI, Ketua Yayasan YPPIA; KH. Nurul Fuad Zen, S.Ag., Ketua I Bidang Ibadah dan PHBI Masjid Jami’ Al-Husniyah; serta KH. Husni Mubarok, MA, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.
 
Mewakili Ketua Panitia Bilaluddin dan Sekretaris Abdul Syukur, KH. Nurul Fuad menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Baznas (BAZIS) Kota Jakarta Timur atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada Masjid Jami’ Al-Husniyah, termasuk bantuan dana dan hewan kurban pada tahun-tahun sebelumnya.
 
Ia mengajak masyarakat tidak menjadikan Maulid Nabi hanya sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadikannya momentum untuk semakin memakmurkan masjid melalui kegiatan keagamaan secara berkelanjutan.
 
"Mari kita makmurkan masjid dengan shalat berjamaah, pengajian setiap Ahad malam Senin, serta kegiatan tilawah Al-Qur’an," terangnya.
 
Menurutnya, masjid harus terus diperkuat sebagai pusat pembinaan keagamaan sekaligus ruang untuk membangun kebersamaan dan kepedulian masyarakat.
 
Sementara itu, Ketua Yayasan YPPIA, KH. Achmad Ridho Amir mengapresiasi kerja keras panitia sehingga pelaksanaan Maulid Nabi dapat berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
 
Ia menuturkan, partisipasi jamaah menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan di Masjid Jami’ Al-Husniyah. 
 
Ia meminta masyarakat terus memakmurkan masjid serta memperkuat keberadaan lembaga pendidikan dan keagamaan di lingkungan sekitar.
 
"Dalam kesempatan ini yayasan juga menyampaikan upaya pengurusan surat wakaf Masjid Jami’ Al-Husniyah dan Madrasah Azzainiyah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat aspek kelembagaan sekaligus menjamin keberlanjutan aset pendidikan dan keagamaan yang dimanfaatkan masyarakat," bebernya.
 
Sementara itu, dalam tausiahnya, Ketua BWI DKI Jakarta, Dr. KH. Ali Sibromalisi, MA mengajak masyarakat mempertahankan tradisi mengaji yang telah diwariskan para alim ulama, khususnya di lingkungan masyarakat Jakarta.
 
Ia memaparkan, mengaji bukan sekadar aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga nilai, akhlak, ilmu, dan kesinambungan kehidupan keislaman di tengah masyarakat.
 
"Saya mengajak jamaah menumbuhkan mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah sekaligus jalan untuk memperoleh keberkahan dan keutamaan," ungkapnya.
 
Ia juga menyampaikan ilustrasi tentang anjing Ashabul Kahfi yang disebut dalam kisah Al-Qur’an dan mengajak jamaah mengambil pelajaran bahwa keberadaan bersama orang-orang saleh dapat menjadi bagian dari jalan menuju kemuliaan.
 
"Manusia semestinya mampu meraih keselamatan dan kemuliaan melalui amal saleh, ilmu, serta ketaatan kepada Allah," jelasnya.
 
Ia mengingatkan jamaah agar tidak menjadi seperti daun-daun kering yang mudah tercerai-berai dan mudah terbakar. 
 
"Kita memperkuat ukhuwah, kebersamaan, dan kepedulian sosial agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh berbagai persoalan," pungkasnya. ***
 
 
 

Kategori:PON, DKI Jakarta
wwwwww