Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
19 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
20 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
18 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
18 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
18 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Badminton
18 jam yang lalu
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Home  /  Berita  /  Beladiri

Rutan Depok Temukan Benda-benda Berbahaya dari Kamar Warga Binaan

Rutan Depok Temukan Benda-benda Berbahaya dari Kamar Warga Binaan
Hasil razia gabungan petugas Lapas Kelas I Depok, TNI dan Polri. (Ist)
Jum'at, 25 September 2026 13:05 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko

DEPOK - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, Jawa Barat, melakukan razia gabungan bersama aparat penegak hukum untuk mengantisipasi asanya barang-barang terlarang.

Kegiatan yang digelar Rabu malam (23/9/2026) itu melibatkan unsur TNI, Polri, Brimob, dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain menyisir area hunian, petugas melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan sebagai bagian dari deteksi dini penyalahgunaan narkoba.

Razia tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk memperkuat pemberantasan barang terlarang sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.

Kepala Rutan Kelas I Depok Ario Galih Maduseno memimpin langsung kegiatan bersama jajaran petugas dan personel gabungan.

"Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah area hunian warga binaan. Petugas menyisir kamar dan sejumlah bagian yang dinilai perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada benda terlarang yang dapat mengganggu keamanan," kata Ario Galih dalam keterangan persnya, Kamis (24/9).

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan handphone maupun narkoba di kamar hunian yang diperiksa. Namun petugas menemukan sejumlah barang-barang berbahaya dari kamar warga binaan, seperti pisau, kater, korek api, cukur kumis bahkan alat konduktur listrik rakitan yang biasa menghantarkan aliran listrik untuk barang elektronik.

"Namun pengawasan tidak berhenti pada pemeriksaan fisik. Petugas juga melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan," ujarnya.

Dari pemeriksaan tersebut, seluruh hasil tes urine yang diperiksa dinyatakan negatif.
Kepala Pengamanan Rutan Kelas I Depok Bogi mengatakan langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kewaspadaan berlapis di lingkungan Rutan.

"Pemeriksaan dan tes urine ini merupakan langkah deteksi dini. Kami ingin memastikan kondisi Rutan tetap kondusif sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak awal. Pengawasan akan terus dilakukan secara konsisten bersama seluruh jajaran,” ungkap Bogi.

Bogi menilai keterlibatan TNI, Polri, Brimob dan BNN memperkuat pelaksanaan pengawasan di lingkungan Rutan. Menurut dia, sinergi lintas instansi diperlukan agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan.

“Sinergi dengan aparat terkait sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kolaborasi seperti ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari barang terlarang,” katanya.

Sementara, Karutan Ario Galih menjelaskan razia gabungan akan dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif.

:Razia ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan Rutan Kelas I Depok tetap aman, tertib, dan bersih dari barang-barang terlarang. Kami juga mengapresiasi sinergi TNI, Polri, Brimob dan BNN dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Galih.

Rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. Hasil nihil temuan handphone dan narkoba serta hasil tes urine yang seluruhnya negatif menjadi bagian dari catatan pengawasan Rutan Kelas I Depok.

Bagi jajaran Rutan, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Pemeriksaan dan deteksi dini tetap diperlukan untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan proses pembinaan warga binaan berlangsung dalam lingkungan yang kondusif. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:PON, Beladiri, Jawa Barat
wwwwww