Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  PON

Gugur Usai Layani Petani, Pembidik Tiga ASN Jayawijaya Terdeteksi

Gugur Usai Layani Petani, Pembidik Tiga ASN Jayawijaya Terdeteksi
Tim gabungan saat melakukan olah TKP kasus penembakan yang dilakukan KKB di Muliama, Kabupaten Jayawijaya,hingga menewaskan tiga orang. (foto: antara/ho-satgas damai cartenz)
Minggu, 27 September 2026 12:42 WIB

JAKARTA - Niat tulus tiga pegawai pemerintah melayani masyarakat pelosok berakhir duka. Tepat usai menuntaskan penyuluhan dan pembagian bantuan ternak, nyawa mereka direnggut paksa oleh kelompok bersenjata yang kini identitasnya mulai terendus pihak berwajib berkat sebuah rekaman panggilan video.

Tiga korban yang meregang nyawa, Rabu (9/9/2026), terdiri dari Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, Aprida Rapi, dokter hewan Dinas Pertanian Jayawijaya, Alfonsius Albinus Mehan, dan calon Pegawai Negeri Sipil, Willi Mbuik. Petunjuk emas muncul ketika terduga pelaku terpantau melakukan interaksi visual jarak jauh dengan keluarga Willi. 

Dari analisis visual tersebut, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengunci dua inisial, yakni PN dan KT. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengonfirmasi bahwa keduanya adalah residivis yang berstatus buron.

"Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami," jelas Yusuf merujuk pada temuan penyidik, Jumat (11/9/2026).

Deretan Kasus Sang Buronan

PN dan KT diketahui bergerak di bawah payung kelompok Kodap III Ndugama yang dipimpin oleh Egianus Kogoya. Kepolisian menduga mereka bukan pemain baru dalam aksi gangguan keamanan di bumi Cenderawasih.

Keduanya disinyalir turut merancang kekacauan pada Festival Budaya Lembah Baliem di Jayawijaya, Sabtu (8/8/2026), yang melukai dua warga sipil. Catatan kelam mereka berlanjut pada insiden penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens di Nduga, Selasa (7/2/2023). Pilot asing tersebut baru berhasil dibebaskan, Sabtu (21/9/2024). 

"Keterlibatan dalam kasus penembakan pada saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem dan penyanderaan pilot Susi Air ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami. Dari hasil identifikasi ini, kami masih terus melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan para pelaku," imbuh Yusuf. 

Menghadang di Jalur Wamena

Hari nahas itu bermula saat rombongan korban bergerak pulang usai mengecek lahan cetak sawah dan menyerahkan anak babi. Di tengah jalan, sekelompok orang yang menenteng parang serta dua senjata api laras panjang menghentikan paksa mobil dinas tersebut.

Korban dipaksa turun, digiring ke buritan kendaraan, dan tak lama terdengar tiga tembakan fatal. Para pelaku langsung kabur meninggalkan jasad ketiga abdi negara tersebut. 

Respons Tegas Aparat Keamanan

Pihak kepolisian menilai serangan ini murni bertujuan merusak ketertiban umum. Untuk meredam teror, Satgas Damai Cartenz mengerahkan pasukan tambahan guna mengamankan Wamena sekaligus mempersempit ruang pelarian para tersangka. Aparat juga mengingatkan instansi lain untuk lapor diri sebelum beraktivitas di zona rawan. 

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani menjamin investigasi berlapis tengah dilakukan untuk membongkar motif dan jaringan di balik serangan tersebut.

"Setiap informasi yang kami peroleh akan kami dalami dan tindak lanjuti sesuai prosedur hukum. Kami terus berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional," janjinya.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, pemulangan jenazah ke daerah asal telah diselesaikan secara bertahap, dimulai dengan satu korban, Kamis (10/9/2026), dan dua lainnya, Jumat (11/9/2026). ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:PON, Papua
wwwwww