Abaikan Gencatan Senjata, Drone Israel Tewaskan Empat Warga Palestina di Jalur Gaza
![]() |
| Empat warga Palestina tewas dan sedikitnya sembilan lainnya terluka dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza. (anadolu agency) |
JAKARTA - Langit Jalur Gaza kembali diwarnai desingan pesawat tanpa awak yang berujung maut pada Minggu (27/9/2026). Militer Israel melancarkan rentetan manuver udara yang menewaskan empat penduduk Palestina dan melukai sedikitnya sembilan orang lainnya, mengabaikan status gencatan senjata yang masih berlaku di wilayah tersebut.
Rentetan Tembakan Maut di Area Pengungsian
Gempuran udara dari quadcopter Israel memecah keheningan di kawasan Al-Tawam, Gaza barat laut, dengan menyasar area tenda yang menampung ribuan pengungsi.
"Insiden penembakan ini mengakibatkan satu warga tewas dan melukai dua orang yang berdekatan dengan titik ledakan," rincinya mengutip keterangan sumber medis dari laporan Anadolu.
Nasib nahas juga dialami oleh Shadi Abu Hasira saat melintas di kawasan Al-Sinaa, selatan Kota Gaza. Sumber medis dari Rumah Sakit Al-Shifa membeberkan bahwa kendaraan sipil yang ditumpanginya hancur usai disambar oleh drone tempur Israel, yang membuat nyawanya tak tertolong.
Jejak Korban di Khan Younis dan Sheikh Radwan
Duka mendalam turut menyelimuti warga di Gaza selatan. Tariq al-Masri, remaja 17 tahun, dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak serius yang diterimanya dari militer Israel di wilayah tengah Khan Younis. Tidak jauh dari sana, tepatnya di kawasan Al-Mawasi sebelah barat Khan Younis, pemuda 28 tahun bernama Uday Adli al-Assar tewas menjadi korban hantaman serangan drone.
Manuver armada nirawak itu juga menyasar beberapa area padat penduduk yang menyumbang tambahan tujuh korban luka. Rincian insiden meliputi dua korban jatuh di area Masjid Putih dalam kamp Al-Shati, serta lima sisanya terluka di dekat perkumpulan tenda pengungsi sekitar pasar Sheikh Radwan.
Tindakan penyerangan ini memperpanjang catatan pelanggaran atas kesepakatan damai yang sebenarnya telah berjalan efektif sejak 10 Oktober 2025. Jeda pertempuran tersebut sangat diandalkan untuk menyudahi konflik panjang sejak Oktober 2023, yang sejauh ini dilaporkan telah merenggut nyawa hampir 74.000 penduduk Palestina serta membuat sedikitnya 175.000 warga lainnya menderita cedera serius. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | metrotvnews.com |
| Kategori | : | Basket |













