Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
22 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
22 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Pramono Tegur Kebiasaan Warga Buang Sampah ke Sungai Saat Tinjau Anak Kali Krukut

Pramono Tegur Kebiasaan Warga Buang Sampah ke Sungai Saat Tinjau Anak Kali Krukut
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau anak Kali Krukut. (Ist).
Senin, 28 September 2026 14:32 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai. Ia menilai pengerukan dan perbaikan aliran Anak Kali Krukut akan sia-sia jika perilaku tersebut terus terjadi.

Pesan itu disampaikan Pram saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). Penanganan dilakukan pada aliran sepanjang 2.315 meter yang melintasi Kelurahan Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali.

‎
‎"Kami meminta kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak membuang sampah ke sungai. Percuma kita lakukan perbaikan jika kebiasaan membuang sampah masih ada, karena hal itu akan membuat sungai cepat tersumbat kembali," kata Pram.
‎
‎Pengerjaan Anak Kali Krukut dibagi menjadi lima segmen sesuai kondisi masing-masing lokasi. Progres terjauh berada di Segmen 1C dari Jalan Jati Bunder hingga Jalan Lontar Raya. Pengerukan telah mencapai 376 meter dari total 390 meter dengan material yang diangkat sekitar 2.494,2 meter kubik.
‎
‎Di Segmen 1B dari Jembatan Rel hingga Jalan Jati Bunder, pengerukan baru mencapai 91 meter dari total 345 meter dengan volume material sekitar 236 meter kubik. Kepadatan permukiman membuat mobilisasi alat berat terbatas sehingga sebagian material harus diangkut secara manual.
‎
‎"Di sini kawasan sangat padat, sehingga mobilisasi alat berat sulit dan sebagian pengangkutan harus dilakukan secara manual," jelasnya.
‎
‎Sementara itu, Segmen 1A sepanjang 270 meter belum masuk tahap pengerukan karena masih terdapat bangunan di sisi jalan dan menunggu penataan kawasan. Namun, perbaikan turap sepanjang 270 meter di segmen tersebut telah dilakukan pada 2025. Di Segmen 2, pengerukan baru mencapai 35 meter dari total 430 meter. Proses pengepukan dilakukan secara estafet dan belum memasuki tahap loading.
‎
‎Adapun Segmen 3 yang membentang dari Blok G Pasar Tanah Abang hingga Jalan Jatibaru sepanjang 880 meter masih dalam tahap perencanaan. Penanganan di lokasi itu terkendala akses alat dan keterbatasan area pemuatan material.
‎
‎Melihat kondisi kawasan, Pram memastikan penanganan Anak Kali Krukut tidak berhenti pada pengerukan sedimentasi. Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan penataan kawasan terpadu sepanjang 2,3 kilometer yang mencakup pembangunan turap, pembenahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal, serta penghijauan bantaran.
‎
‎"Hari ini saya sengaja datang kembali ke Anak Kali Krukut, dan saya memutuskan bahwa penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar menggali lumpur. Kita akan menata ini menjadi kawasan terpadu sepanjang 2,3 kilometer secara matang, termasuk pembangunan turap, penataan MCK komunal yang lebih baik, serta penghijauan di sepanjang bantaran," tegas Pram.
‎
‎Pram menuturkan, penataan kawasan akan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang telah puluhan tahun tinggal dan mencari nafkah di kawasan tersebut. Pemprov DKI tidak akan melakukan penggusuran, tetapi membenahi fasilitas penunjang agar lingkungan lebih layak dan sehat.
‎
‎"Kami tidak melakukan penggusuran karena masyarakat rata-rata sudah tinggal puluhan tahun dan mencari nafkah di kawasan ini. Yang kita lakukan adalah merapikan fasilitas penunjang seperti MCK agar lebih layak dan bersih, sehingga lingkungannya tertata dengan sehat," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww