Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
22 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
22 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Pertahankan Perunggu, Jasmine Azzahra: Nomor Satu Itu Sudah World Class

Pertahankan Perunggu, Jasmine Azzahra: Nomor Satu Itu Sudah World Class
Atlet BMX Racing Indonesia, Jasmine Azzahra Setyobudi. (NOC Indonesia)
Selasa, 29 September 2026 17:49 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NAGOYA - Atlet BMX Racing Indonesia, Jasmine Azzahra Setyobudi, meraih medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tampil di Nagoya Velodrome BMX Race Course, Senin (28/9/2026), Jasmine finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 34,932 detik.

Medali tersebut menjadi perunggu kedua Jasmine di ajang multievent olahraga terbesar se-Asia tersebut. Senelumnya, di Hangzhou 2022, ia juga meraih hasil serupa.

Jasmine mengakui persiapannya menuju Aichi-Nagoya tidak berjalan ideal. Ia sempat menjalani operasi dan mengalami beberapa kali crash yang membuat waktu persiapannya menjadi relatif singkat.

“Perjalanan Jasmine ke sini juga enggak gampang, karena Jasmine ada beberapa crash, terus juga habis operasi. Jadi mungkin persiapannya tuh enggak banyak," ujar Jasmine seusai pertandingan.

Persaingan di lintasan juga tidak mudah. Jasmine harus menghadapi pembalap-pembalap papan atas Asia, termasuk pembalap tuan rumah Jepang Sae Hatakeyama yang akhirnya meraih emas dan wakil China Liao Wanyi yang mendapatkan perak.

“Yang nomor satu itu sudah world class. Ya Alhamdulillah bisa mempertahankan medali perunggu kedua kalinya di Asian Games ini,” sebut Jasmine.

Jasmine juga sudah cukup mengenal lintasan di Nagoya karena sebelumnya pernah bertanding di lokasi yang sama. Menurutnya, kondisi lintasan yang sempat mengalami perubahan akibat cuaca yang menjadi tantangan tersendiri baginya.

“Ini kedua kalinya Jasmine balap di Nagoya. Kemarin ada practice dua hari. Cuaca hari pertama hujan, hari keduanya kering, hari ini enggak kering, nggak basah juga. Alhamdulillah berjalan lancar. Treknya technical sekali,” ujarnya.

Meski kondisi sedikit basah, Jasmine menilai lintasan masih cukup aman untuk dilalui. Tantangan terbesar terutama terasa ketika melewati tikungan karena permukaan menjadi sedikit licin.

Di sisi lain, pengalaman menghadapi pembalap-pembalap papan atas juga menjadi bagian penting bagi Jasmine. Ia mengaku sempat merasa gentar ketika harus berhadapan dengan para pembalap terbaik Asia, namun ia tetap menyimpan keyakinan untuk suatu hari mencapai level tersebut.

“Ngeri sih, memang orang-orang itu. Tapi insya Allah selalu diusahakan,” katanya sambil tertawa.

Di luar lintasan, Jasmine juga mengapresiasi dukungan dan fasilitas yang diberikan Tim CdM selama mengikuti Asian Games. Ia mengatakan perjalanan dari Indonesia hingga tiba di Jepang berjalan lancar tanpa banyak waktu menunggu.

“Alhamdulillah, benar-benar enggak banyak nunggunya. Kemarin di Jakarta juga enggak banyak acara, langsung flight aja. Alhamdulillah,” kata Jasmine.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, atas dukungan selama berada di Aichi-Nagoya. “Terima kasih Bapak atas dukungannya dan semuanya,” tutup Jasmine. ***

wwwwww