Kabar Baik bagi Pelajar, APBN 2027 Siapkan Rp824 Triliun untuk Program Pintar hingga Sekolah Garuda
![]() |
| (Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (foto: dok kemenkeu) |
JAKARTA - Pelajar dan mahasiswa di seluruh penjuru Tanah Air mendapat jaminan keberlanjutan bantuan pendidikan pada tahun mendatang. Pos anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 telah ditetapkan menyentuh angka Rp824 triliun guna menopang berbagai jaring pengaman sosial, mulai dari Program Indonesia Pintar (PIP) hingga KIP Kuliah.
Tidak hanya berfokus pada bantuan tunai perseorangan, dana ratusan triliun tersebut juga disiapkan untuk menambal kekurangan fasilitas fisik. Pemerintah menjadwalkan perbaikan besar-besaran lewat program renovasi fasilitas sekolah dan madrasah, sekaligus terus mengamankan kuota beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Penjabaran rinci mengenai pemanfaatan kas negara ini dibeberkan langsung oleh Menteri Keuangan, Suahasil Nazara di hadapan para wakil rakyat dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Investasi Generasi Penerus Bangsa
Bagi eksekutif, alokasi dana yang masif ini memiliki makna filosofis yang melampaui lembaran kertas anggaran. Suahasil menggarisbawahi bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan adalah bentuk pertaruhan negara demi mencetak manusia Indonesia yang berdaya saing.
"Anggaran pendidikan Rp824 triliun ini bukan hanya sekadar memenuhi amanat konstitusi, tetapi kita pahami adalah investasi langsung untuk masa depan generasi Indonesia," urainya memberikan jaminan pengelolaan kas yang hati-hati agar bisa dinikmati merata oleh publik.
Targetkan Angka Indeks Membaik
Pematokan anggaran senilai Rp824 triliun ini secara otomatis mengukuhkan sektor pendidikan ke dalam delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) untuk kalender kerja 2027. Selain PIP dan LPDP, pengembangan fasilitas baru bernama Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda turut menjadi amunisi untuk memeratakan akses pendidikan.
Muara dari seluruh gelontoran anggaran ini terpusat pada satu indikator makro. Pemerintah meyakini bahwa perlindungan berlapis di sektor pendidikan ini akan mengerek naik kualitas kehidupan warga, yang secara kuantitatif ditargetkan mampu mendorong Indeks Modal Manusia berada di level 0,575 pada tahun depan. ***













