Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Jakarta Hadapi Potensi Banjir Rob, DPRD Minta Pompa dan Pintu Air Dipastikan Siap

Jakarta Hadapi Potensi Banjir Rob, DPRD Minta Pompa dan Pintu Air Dipastikan Siap
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli. (Ist).
Selasa, 29 September 2026 13:22 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemprov DKI Jakarta diminta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob yang diperkirakan melanda sejumlah kawasan pesisir Jakarta pada 29-30 September 2026.

Kesiapan infrastruktur pengendali banjir hingga sistem peringatan dini dinilai perlu dipastikan sebelum kenaikan muka air laut terjadi.

‎
‎Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli meminta Pemprov DKI tidak hanya mengandalkan laporan administratif untuk memastikan kesiapan menghadapi rob. Pemeriksaan langsung terhadap seluruh infrastruktur pengendali banjir perlu dilakukan di lapangan.
‎
‎"Jangan hanya menerima laporan semuanya siap," kata Taufik dikutip Selasa (29/9/2026).
‎
‎Menurut dia, pemeriksaan harus mencakup pompa, pintu air, tanggul, saluran, hingga kesiapan personel. Seluruh perangkat tersebut harus dipastikan dapat berfungsi ketika muka air laut mulai mengalami kenaikan.
‎
‎"Ketika air naik, jangan sampai ada pompa bermasalah atau akses petugas terhambat," ujarnya.
‎
‎Berdasarkan informasi Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, potensi banjir rob diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Sejumlah kawasan pesisir yang berpotensi terdampak antara lain Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, dan Marunda.
‎
‎Taufik meminta Pemprov DKI memanfaatkan waktu sebelum potensi rob mencapai puncak untuk melakukan berbagai langkah mitigasi. Menurutnya, prediksi kenaikan muka air laut seharusnya menjadi dasar pemerintah untuk melakukan persiapan lebih awal.
‎
‎"Kalau sudah ada prediksi, pemerintah punya waktu untuk mitigasi," ucapnya.
‎
‎Selain kesiapan infrastruktur, Taufik menyoroti sistem peringatan dini bagi masyarakat. Informasi mengenai potensi rob dinilai tidak cukup hanya disampaikan melalui kanal resmi pemerintah atau media sosial, tetapi harus diteruskan hingga tingkat kelurahan, RW, dan RT.
‎
‎"Pastikan warga di lokasi rawan benar-benar menerima informasi," katanya.
‎
‎Ia juga meminta skenario penanganan darurat memperhatikan kelompok rentan, seperti lanjut usia, anak-anak, serta warga dengan keterbatasan mobilitas. Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas dalam menghadapi potensi banjir rob.
‎
‎"Keselamatan warga harus menjadi prioritas," tegas Taufik.
‎
‎Taufik menilai persoalan banjir rob di pesisir Jakarta tidak dapat diselesaikan hanya dengan penanganan ketika air laut mulai naik. Perlindungan kawasan pesisir dan program pengendalian banjir perlu diperkuat secara terencana dan berkelanjutan.
‎
‎"Rob bukan kejadian sekali dua kali," tuturnya.
‎
‎Masyarakat di kawasan pesisir Jakarta diminta memantau informasi resmi dari Pemprov DKI Jakarta, BPBD, Dinas SDA, layanan JAKI, serta nomor darurat 112 untuk mengetahui perkembangan kondisi dan langkah penanganan apabila terjadi keadaan darurat. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww