Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
22 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
22 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

2.053 Judul Buku di Karya Raya 2026 Didistribusikan ke 250 Sekolah

2.053 Judul Buku di Karya Raya 2026 Didistribusikan ke 250 Sekolah
Penyerahan simbolis 2.053 judul buku Karya Raya 2026 ke 250 sekolah. (Ist)
Sabtu, 03 Oktober 2026 19:24 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Sebanyak 2.053 judul buku hasil karya anak-anak dalam program Karya Raya 2026 akan didistribusikan ke 250 sekolah negeri dan swasta. Program yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas melalui tulisan.

Kepala Dispusip DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono mengatakan, Karya Raya yang pertama kali diselenggarakan pada 2023 terus menunjukkan peningkatan partisipasi. Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah karya yang terkumpul meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 
"Kami bersyukur animo anak-anak mengikuti Karya Raya terus meningkat. Dibandingkan pelaksanaan tahun lalu, jumlah peserta di tahun 2026 meningkat sekitar 10 persen," kata Nasruddin saat menghadiri pameran buku Karya Raya 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (3/10/2026).
 
Nasruddin menjelaskan, hal terpenting dari kegiatan ini bukan sekadar jumlah buku yang dihasilkan, melainkan keberanian anak-anak untuk menuangkan gagasan melalui tulisan. Kebiasaan menulis diharapkan dapat mendorong mereka untuk semakin gemar membaca dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
 
Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Bali dan Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut menunjukkan bahwa Karya Raya mampu menjangkau anak-anak dari luar Jakarta untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan literasi.
 
"Awalnya saya pikir anak-anak yang ikut semuanya dari Jakarta, ternyata banyak juga yang berasal dari luar daerah," terangnya.
 
Selain didistribusikan ke 250 sekolah, lanjut Nasruddin, buku-buku hasil karya peserta juga dipajang di Karya Raya Corner yang berada di Perpustakaan Jakarta. Dispusip DKI Jakarta turut mengkaji kemungkinan menghadirkan sudut baca serupa di lokasi lain, termasuk fasilitas transportasi seperti stasiun LRT dan MRT.
 
"Kami berharap perluasan akses terhadap karya anak-anak dapat menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperkenalkan kreativitas generasi muda kepada khalayak yang lebih luas," ujarnya.
 
Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Diki Lukman Hakim, menjelaskan, jumlah karya yang terkumpul dalam Karya Raya terus meningkat sejak pertama kali digelar pada 2023.
 
Pada penyelenggaraan perdana, tercatat 638 karya. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.081 karya pada 2024, kemudian mencapai 1.870 karya pada 2025. Tahun ini, jumlahnya kembali bertambah menjadi 2.053 karya.
 
"Tahun ini menjadi 2.053 karya. Dari tahun ke tahun jumlah karya yang terkumpul semakin bertambah," bebernya.
 
Ia menilai, peningkatan tersebut mencerminkan semangat anak-anak untuk terus berkarya sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam menyediakan ruang belajar yang aman dan mendukung kreativitas mereka.
 
Ia menuturkan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong kolaborasi untuk menghadirkan ruang yang memungkinkan anak-anak belajar, mengembangkan potensi, serta membangun kepercayaan diri melalui berbagai kegiatan positif.
 
"Mereka membutuhkan ruang yang aman, lingkungan yang mendukung, dan orang-orang dewasa yang percaya pada mereka," imbuhnya.
 
Diki menyampaikan apresiasi kepada orang tua, guru, sekolah, komunitas, dan seluruh kolaborator yang telah mendukung penyelenggaraan Karya Raya. 
 
"Sangat penting untuk memberikan motivasi, kepercayaan, dan bimbingan kepada anak-anak untuk menulis, baik terkait imajinasi, cerita realita, hingga keluh kesah mereka," ucapnya.
 
Sementara itu, Co-Founder Karya Raya Ernest Junius Wiyanto, menambahkan
perkembangan Karya Raya tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah karya, tetapi juga dari peningkatan kualitas karya peserta..
 
"Kami merasa senang dan sangat bersyukur dapat berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta. Anak-anak ini adalah generasi masa depan bangsa, kami ingin mereka tumbuh akrab dengan buku agar memiliki literasi yang baik," pungkasnya. ***

wwwwww