Format Home & Away dan Arah Regulasi Pemain Asing Musim 2027
![]() |
| Ketua Umum DPP Perbasi Budi Jiwandono bersama pemilik klub yang tampil di IBL. (Foto:iblindonesia) |
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Indonesian Basketball League (IBL) bersama para pemilik klub menggelar rapat kembali setelah sebelumnya pada Mei 2026. Pertemuan ini turut dihadiri Ketua Umum DPP Perbasi, Budi Djiwandono yang membahas hal-hal strategis dan persiapan menuju penyelenggaraan kompetisi IBL musim 2027.
Pada pertemuan tersebut, IBL dan para pemilik klub membahas cukup banyak hal positif terkait rencana untuk memajukan ekosistem bolabasket kedepan yang selaras dengan visi federasi kedepannya, diantaranya menyepakati beberapa poin sebagai bagian dari persiapan memasuki musim IBL 2027.
Kesepakatan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk melanjutkan pengembangan klub berbasis kota sekaligus memperkuat hubungan klub dengan basis penggemar di daerah masing-masing. Pada kesempatannya masing-masing, mayoritas klub menyampaikan dampak positif yang mulai dirasakan melalui format yang telah berlangsung beberapa tahun belakangan dan menjadi landasan semangat untuk berupaya terus mengembangkan ekosistem bola basket di wilayah masing-masing dan secara kolektif membantu peningkatan popularitas bolabasket secara nasional.
Perkembangan tersebut salah satunya dirasakan Rajawali Medan. Perwakilan Rajawali Medan, Erwin, menilai basis penggemar basket di Medan terus berkembang seiring meningkatnya antusiasme penonton yang datang langsung ke venue tahun ke tahun.
“Fan base di Medan sudah mulai terbentuk. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah penonton yang datang langsung ke venue pada musim 2026. Dengan berlanjutnya format home & away, kami berharap hubungan antara klub dengan masyarakat dan penggemar basket di Medan dapat semakin kuat,” ujar Erwin.
Pandangan mengenai pentingnya mempertahankan format home & away juga disampaikan perwakilan Bogor Hornbills, Leo Gautama. Menurutnya, sistem tersebut merupakan salah satu kemajuan penting bagi liga sekaligus dapat mendorong perkembangan basket di berbagai daerah.
“Home & away merupakan suatu kemajuan yang bagus bagi semua. Sistem ini membuka kemungkinan yang lebih besar terhadap perkembangan basket di daerah. Karena itu, menurut kami sistem ini harus dipertahankan,” ujar Leo.
Dengan demikian, home & away tidak hanya dipandang sebagai format pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi klub, membangun pasar basket di berbagai daerah, meningkatkan peluang komersial, serta menciptakan aktivitas yang memberikan dampak positif bagi komunitas lokal.
Pada kesempatan rapat tersebut juga membahas catatan-catatan yang masih dapat menjadi area perbaikan oleh Klub, Liga dan Federasi untuk kebaikan bersama-sama.
Penyesuaian Regulasi Pemain Asing
Salah satu poin yang disepakati juga adalah arah regulasi penyesuaian penggunaan pemain asing maksimal menjadi dua pemain asing bagi setiap klub pada IBL musim 2027.
Arah kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang dan kesempatan bermain kepada pemain lokal. Melalui kualitas menit bermain diharapkan juga berdampak kepada kualitas serta berkembangnya pemain muda di Indonesia di dalam kompetisi level tertinggi.
Dalam jangka panjang, peningkatan kesempatan bermain tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan pemain berkualitas serta mendukung kebutuhan Tim Nasional Indonesia dalam menghadapi berbagai kompetisi regional maupun internasional.
Rajawali Medan menyatakan siap mengikuti arah kebijakan tersebut. “Terkait penggunaan dua pemain asing, kami akan mengikuti kebijakan yang telah disepakati bersama. Harapannya, kebijakan ini dapat memberikan kesempatan yang lebih besar bagi pemain lokal untuk berkembang sekaligus mendukung prestasi Tim Nasional Indonesia,” ujar Erwin.
Sementara itu, aturan teknis turunan dirumuskan lebih lanjut oleh IBL bersama klub dalam waktu dekat. Diantaranya mencakup mekanisme pergantian pemain asing serta berbagai ketentuan teknis lainnya yang berkaitan dengan implementasi regulasi pemain asing sepanjang musim.
Pembahasan mencakup berbagai aspek pengembangan kompetisi, termasuk sisi komersial, peluang peningkatan pendapatan klub dan liga, serta upaya menciptakan pola pembiayaan operasional yang lebih efektif dan efisien bagi klub.
Para pemilik klub juga menyampaikan berbagai masukan terkait fase pembinaan diluar liga, penyelenggaraan kompetisi dan pengembangan ekosistem agar liga dapat terus meningkatkan kualitasnya dari musim ke musim.
Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam mencari keseimbangan antara kualitas kompetisi, keberlanjutan bisnis klub, efisiensi operasional, serta pertumbuhan industri basket profesional Indonesia.
IBL bersama DPP Perbasi berharap komunikasi antara liga, federasi, klub dan seluruh stakeholder dapat terus berjalan secara transparan dan positif sehingga setiap kebijakan tidak hanya menjawab kebutuhan kompetisi saat ini, tetapi juga mendukung keberlanjutan klub dan pertumbuhan industri basket Indonesia dalam jangka panjang. ***
| Kategori | : | Basket, DKI Jakarta |












