Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Basket

Pilih Pensiun, Dodo Meniti Karier di Manajemen Klub Satria Muda

Pilih Pensiun, Dodo Meniti Karier di Manajemen Klub Satria Muda
Christian Ronaldo Sitepu . (Foto:Iblindonesia)
Sabtu, 03 Oktober 2026 17:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Christian Ronaldo Sitepu atau Dodo memilih meninggalkan basket saat usianya masih muda dan kariernya belum habis. Keputusan itu diambil setelah ia mempertimbangkan masa depan dan rencana hidup di luar lapangan.

Dodo mengaku keputusan tersebut bukan sesuatu yang disesali. Sejak awal mengenal basket, ia sudah terbiasa memikirkan perjalanan karier secara terencana, termasuk kapan waktunya berhenti.

“Gue itu sebenarnya berhenti karena posisi gue tuh waktu itu mungkin, ya masih muda. Terus lebih banyak kekhawatirannya. Jadi gue dalam mengelola itunya tuh kayak, ya udah gue ambil keputusan ini, tapi gue memang engga pernah menyesal juga,” kata Dodo.

Keinginan untuk menyiapkan kehidupan setelah basket sudah muncul sejak awal karier. Latar belakang keluarganya turut membentuk cara pandang Dodo dalam mengambil keputusan.

“Karena waktu gue awal masuk basket itu kan gue berusaha ter-planning, kebetulan orang tua gue bukan dari olahraga kan jadi mereka bener-bener bikin planning lah secara timelinenya bagaimana dan lain-lain.”

Bagi Dodo, menjadi pemain basket bukan hanya soal pertandingan dan pencapaian di lapangan. Ada fase setelah karier yang juga perlu dipikirkan sejak masih aktif bermain.

Ia pun melihat setiap pemain memiliki waktu dan pilihan masing-masing untuk mengakhiri karier. Dodo memilih jalannya sendiri dengan satu keinginan: meninggalkan basket ketika masih berada dalam kondisi terbaik.

“Persiapan mau pensiunnya juga, banyak temen-temen juga beda-beda nih mau pensiunnya mau di posisi apa gue juga maunya juga mungkin pas lagi bagus-bagusnya.” tuturnya.

Keputusan tersebut akhirnya membawa Dodo ke fase baru dalam hidupnya. Kini, ia memiliki karier baru di manajemen klub Satria Muda Pertamina Bandung. ***

wwwwww