Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton
Turnamen Bulutangkis Denmark Open 2026

Raih Gelar Juara, Fajar/Fikri Bersyukur Bisa Menebus Kegagalan Tahun Lalu

Raih Gelar Juara, Fajar/Fikri Bersyukur Bisa Menebus Kegagalan Tahun Lalu
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. (PP PBSI)
Minggu, 18 Oktober 2026 23:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
ODENSE - Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tampil sebagai juara Turnamen Bulutangkis Denmark Open 2026. Dalam pertandingan final ganda putra di SJF Bank Arena, Odense, Denmark, Minggu (18/10/2026) malam, Fajar/Fikri mengalahkan wakil Malaysia Aaron Chia/Sh Wooi Yik dua gim 21-8 dan 21-11.

"Alhamdulillah sangat bersyukur setelah tahun lalu gagal di final, kali ini kami bisa menjuarai Denmark Open 2026. Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi ya, motivasi dan percaya diri lebih meningkat. Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi,' kata Fajar usai pertandingan.

Ini memang bukan pertemuan pertama Fajar/Fikri dengan andalan Negeri Jiran tersebut. "Kami sudah sangat sering bertemu Aaron/Soh bahkan sejak sebelum kami berpasangan jadi sudah tahulah kelemahan dan kelebihan masing-masing," ungkapnya.
Dalam pertandingan final tersebut Fajar/Fikri terlihat tampil lebih ngotot. "Shuttlecock sangat kencang lajunya jadi kami tidak mau bermain bertahan, kami dari awal selalu menekan, selalu bermain menyerang jadi lawan juga tidak bisa berkembang," tegasnya.

Fikri sendiri mengaku cukup semangat tampil di final dalam upaya meraih hasil terbaik . "Saat tadi main di final, sayang banget kalau nggak semangat makanya tadi saya coba teriak-teriak untuk menebus rasa sedih tahun lalu yang sebetulnya bisa juara dan saya ingin memperbaikinya termasuk juga kekalahan di Asian Games kemarin," katanya.

"Kalau sebelumnya, saya sering tidak maksimal ketika di final tapi tahun ini saya dapat banyak pelajaran dan lebih termotivasi dengan pengalaman Fajar yang sudah melanglangbuana," tambahnya. ***

wwwwww