Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atletik Menuju Era Industri, LBP Dinilai Penuhi Kriteria Pimpin PB PASI
Olahraga
21 jam yang lalu
Atletik Menuju Era Industri, LBP Dinilai Penuhi Kriteria Pimpin PB PASI
2
Gus Menteri Beberkan Program Prioritas Pembangunan Desa ke DPR
Politik
14 jam yang lalu
Gus Menteri Beberkan Program Prioritas Pembangunan Desa ke DPR
3
Kapolres Serang Perintahkan Cukur Rambut Anggotanya yang Gondrong 
Umum
21 jam yang lalu
Kapolres Serang Perintahkan Cukur Rambut Anggotanya yang Gondrong 
4
WHO Prediksi Tahun Ini Pandemi Covid-19 Makin Parah, Ini Alasannya
Kesehatan
20 jam yang lalu
WHO Prediksi Tahun Ini Pandemi Covid-19 Makin Parah, Ini Alasannya
5
Ombak Besar Mirip Tsunami Terjang Manado, Warga Berhamburan, Begini Penampakannya
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ombak Besar Mirip Tsunami Terjang Manado, Warga Berhamburan, Begini Penampakannya
6
PSSI Buka Seleksi Pelatih Timnas Wanita
Sepakbola
21 jam yang lalu
PSSI Buka Seleksi Pelatih Timnas Wanita

Gempa Beruntun di Ambon Tak Berpotensi Tsunami, Warga Sempat Panik dan Lari ke Tempat Tinggi

Gempa Beruntun di Ambon Tak Berpotensi Tsunami, Warga Sempat Panik dan Lari ke Tempat Tinggi
(inilah.com)
Selasa, 31 Oktober 2017 21:08 WIB
AMBON - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku mengimbau warga jangan panik dan tidak terprovokasi, sebab gempa tektonik beruntun yang mengguncang Ambon, Maluku, Selasa (31/10) malam, tidak berpotensi tsunami.

''Lokasi gempa terdekat dengan jarak 35 KM arah Barat Daya Kota Ambon sehingga guncangannya terasa kuat mengakibatkan masyarakat panik dan berkembang isu terjadi tsunami yang sebenarnya itu tidak bertanggung jawab,'' kata Kabid Pencegahan dan Kesiapan BPBD Maluku, John Hursepuny, dikonfirmasi, Selasa (31/10/2017) malam.

Dia mengakui, berkembang informasi bahwa air naik (tsunami) di berbagai kawasan di kota maupun pulau Ambon sehingga masyarakat berlarian ke daerah ketinggian.

Masyarakat di Waihaong memilih lari ke Manggadua sehingga terjadi kemacetan lalu lintas. Begitu juga kelurahan Batu Meja menjadi pilihan warga memilih mengungsi sementara.

''Jadi berdasarkan koordinasi dengan BMKG Stasiun Pattimura Ambon guncangan gempa yang dirasakan hingga ke Pulau Saparua, pulau Seram dan pulau Buru itu tidak terjadi tsunami,'' tandasnya.

Gempa pertama berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) terjadi pada pukul 20:31:41 WIT dengan lokasi 50 Kilometer Barat Daya Pulau Ambon dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Pusat gempa yakni pada 3.79 Lintang Selatan (LS) dan 127.76 Bujur Timur (BT).

Gempa kedua terjadi tiga menit kemudian yakni pada pukul 20:34:42 WIT dengan kekuatan 5,6 SR dengan lokasi 47 Kilometer Barat Daya Pulau Ambon pada kedalaman 40 kilometer di bawah permukaan laut. Pusat gempa yakni pada 3.76 LS dan 127.78 BT.

Sedangkan gempa ketiga dengan skala lebih besar yakni 6,2 SR mengguncang Pulau Ambon pukul 20:50:50 WIT dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut dengan lokasi 38 kilometer Barat Daya Pulau Ambon. Posisi gempa 3.69 LS dan 127.85 BT.

Gempa keempat dengan kekuatan lebih kecil yakni 5,2 SR terjadi pukul 20:59:43 WIT dengan kedalaman 17 KM dibawah permukaan laut dan 47 Km Barat Daya Pulau Ambon dan berada pada posisi 3.78 LS dan 127.8 BT.

Gempa kelima, berkekuatan 5,6 SR terjadi pukul 21.37 WIT dengan kedalaman 10 KM dibawah permukaan laut dengan lokasi 37 KM Barat Daya Ambon dan berada pada posisi 3.76 LS dan 127.87 BT.

Masyarakat memilih keluar rumah, penginapan, hotel, bangunan bertingkat lainnya karena khawatir masih terjadi gempa susulan.

Apalagi, berkembang isu bahwa terjadi tsunami sehingga membuat panik masyarakat yang permukimannya berada di pisisir pantai.

Guncangan gempa berdasarkan pemantauan sementara mengakibatkan kerusakan plafon di Maluku City Mall (MCM).***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:Ragam
wwwwww