Wisatawan yang Mau ke Mandeh Diimbau Hindari Jalur Sungai Pisang, Ini Alasannya

Wisatawan yang Mau ke Mandeh Diimbau Hindari Jalur Sungai Pisang, Ini Alasannya
Jalan akses ke kawasan wisata di Nagari Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. (okezone.com)
Sabtu, 08 Juni 2019 11:42 WIB
PADANG - Kawasan Mandeh di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, merupakan salah satu destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan saat liburan sekolah dan libur lebaran.

Untuk mempercepat dan memperlancar akses ke kawasan wisata Mandeh, pemerintah telah membangun jalan baru dari Padang melewati Sungai Pisang sepanjang 41,8 kilometer. Proyek jalan yang didanai APBN tersebut sudah rampung sejak tahun 2018 lalu.

Meski kondisi jalan baru tersebut sangat mulus, namun wisatawan yang ingin ke Mandeh disarankan melewati jalur Carocok Tarusan. Sebab, jalur ini dinilai lebih aman, meskipun makan waktu agak panjang dibanding jalur Sungai Pisang.

''Akses jalan ke Mandeh dari Carocok Tarusan sudah sangat bagus. Tanjakan dan turunan juga lebih landai sehingga lebih aman,'' kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi di Padang, Senin (3/6), seperti dikutip dari republika.co.id.

Sementara jalur lewat Sungai Pisang, Padang, terdapat dua tanjakan dan turunan panjang yang sangat ekstrem, sehingga berpotensi membahayakan, terlebih bila terjadi macet. ''Kendaraan yang kurang fit atau bermuatan penuh diimbau tidak lewat jalur Sungai Pisang,'' katanya.

Secara fisik, jalan ke Mandeh sepanjang 41,8 kilometer sudah sangat bagus dan mulus. Namun, jalurnya masih relatif sempit dan banyak kelokan, turunan serta tanjakan.

Selain itu, rambu dan marka jalan di lokasi itu juga belum terpasang maksimal. Sehingga, pengendara harus hati-hati terutama pada beberapa titik dengan kelokan tajam.

''Secara bertahap kita lengkapi. Sebelumnya rambu dan marka jalan belum menjadi kewenangan Dinas Perhubungan, tetapi Balai Pelaksana Jalan Nasional yang membangun akses jalan 41,8 kilometer itu,'' katanya.

Sementara itu, salah seorang pengendara yang pernah melewati jalur tersebut, M Noli menilai rambu yang menginformasikan kelokan, tanjakan dan turunan di jalan Kawasan Mandeh memang harus ditambah agar bisa jadi pedoman bagi pengendara. Pada daerah Sungai Pisang, Kota Padang, pengendara harus lebih ekstra hati-hati, menggunakan perseneling satu cukup lama untuk bisa melewati tanjakan yang curam dan panjang.

Setelah itu, pengendara akan dihadapkan pada turunan yang tajam dan sama ekstremnya hingga kondisi rem harus benar-benar baik. ''Pada kondisi ramai kendaraan dan adanya potensi kemacetan seperti lebaran atau libur panjang, ruas jalan itu tidak direkomendasikan untuk dilewati,'' katanya.

Ia menyebut perjalanan memutar memutar melewati Carocok Tarusan yang relatif lebih 'ramah' dengan asumsi menambah waktu tempuh hingga satu jam, lebih baik bagi wisatawan. ''Lebih baik memutar sedikit, daripada terjadi kecelakaan,'' sambungnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww