Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
Politik
23 jam yang lalu
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
2
Cegah Kekacauan Umat di Indonesia, Komisi Agama Minta Pemerintah Responsif
Nasional
22 jam yang lalu
Cegah Kekacauan Umat di Indonesia, Komisi Agama Minta Pemerintah Responsif
3
Ditinggal Maju Pilkada 2020, Ini Kata Sekwan Soal Pengganti Tiga Pimpinan DPRD Riau
Politik
22 jam yang lalu
Ditinggal Maju Pilkada 2020, Ini Kata Sekwan Soal Pengganti Tiga Pimpinan DPRD Riau
4
Opini Pasca AS Batasi Pasokan ke Perusahaan Semikonduktor Terbesar China
Internasional
23 jam yang lalu
Opini Pasca AS Batasi Pasokan ke Perusahaan Semikonduktor Terbesar China
5
Bawaslu: Hari Kedua Kampanye, Paslon di 10 Daerah Langgar Protokol Corona
Peristiwa
23 jam yang lalu
Bawaslu: Hari Kedua Kampanye, Paslon di 10 Daerah Langgar Protokol Corona
6
Komisi X Sambut Baik Pencabutan Kluster Pendidikan dari RUU Ciptaker
Politik
24 jam yang lalu
Komisi X Sambut Baik Pencabutan Kluster Pendidikan dari RUU Ciptaker
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Edy Kusdarwanto Akui Telah Susun Metode Mata Pencaharian di Meranti, Saat Ini Sedang Diuji Tim Ahli

Edy Kusdarwanto Akui Telah Susun Metode Mata Pencaharian di Meranti, Saat Ini Sedang Diuji Tim Ahli
Pj Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Edy Kusdarwanto MM (tengah)
Jum'at, 15 Januari 2016 21:38 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Penjabat bupati, Drs H Edy Kusdarwanto MM, mengaku telah menyusun metode mata pencaharian yang tepat di wilayah Kepulauan Meranti, Riau. Metode untuk mencari format pekerjaan yang tepat dan tidak merugikan satu dengan lain itu saat ini sedang diuji oleh tim ahli.

Demikian diungkapkan Edy Kusdarwanto, saat menghadiri pertemuan dengan masyarakat terkait keberlangsungan hidup pada hutan mangrov, Jumat (15/1/2016).

Pernyataan itu dilontarkan Edy saat Ia menjawab pertanyaan masyarakat yang mengaitkan antara pekerjaan dengan merusak lingkungan.

"Bagaimana dengan keberadaan panglung arang, di sisi lain masyarakat bekerja, sisi lainnya lingkungan rusak," tanya Sopandi waktu pertemuan itu.

Menanggapi ini, kata Edy, sebenarnya dia telah menyusun metode mata pencaharian di Kota Sagu. Metode itu nantinya, tambah Edy, untuk mencari format yang tepat agar tidak saling merugikan satu dengan yang lain.

"Tapi, justru dengan kebersamaan itu akan membangun lingkungan yang ada di Meranti," kata Edy.

"Format kongkrit itu sekarang sedang diuji oleh orang-orang ahli. Sehingga, kalau itu nantinya sudah oke dari sisi akademisi, bisa dipertanggungjawabkan, kami akan rilis ke publik," tambahnya.

Diakui Edy juga, untuk perpindahan mata pencaharian masyarakat itu suatu hal yang nampaknya mudah. Namun, pada kenyataannya sangat susah dilakukan. "Merubah kebiasan itu tidak mudah tapi jyga bukan mustahil," katanya dengan optimis.

Kata Edy lagi, Ia akan berusaha sedemikian rupa, agar perpindahan (mata pencaharian, red) atau pilihan pekerjaan yang lain itu tidak mematikan usaha yang lain. "Contoh, nanti ada semacam pola pengembangan ekonomi. Kalau masyarakat tidak bekerja (menebang mangrov untuk arang) Toke itu hilang mata pencariannya, kita libatkan Toke tersebut untuk bisa menanam saham di situ (pekerjaan yang baru, red)," ujarnya lagi.

Dengan demikian, ditambahkan Edy juga ini nantinya akan saling menguntungkan. Toke dan pekerja bisa bekerja, sementara lingkungan di Kepulauan Meranti tetap terjaga. ***

Kategori:Ekonomi

wwwwww