Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
Peristiwa
17 jam yang lalu
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
2
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
Olahraga
15 jam yang lalu
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
3
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
Peristiwa
16 jam yang lalu
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
4
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
Nasional
18 jam yang lalu
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
5
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
Sepakbola
15 jam yang lalu
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
6
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
GoNews Group
15 jam yang lalu
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Chevron Akhiri Kontrak Kerjasama di Indonesia, Berikut Penjelasannya

Chevron Akhiri Kontrak Kerjasama di Indonesia, Berikut Penjelasannya
Ilustrasi
Selasa, 19 Januari 2016 11:50 WIB
Penulis: Eric
JAKARTA - Provinsi Riau, dikenal sebagai penghasil minyak terbesar di Indonesia, sepertinya akan tinggal kenangan saja. Indikasi itu terlihat semakin anjloknya harga minyak dunia. Imbasnya, PT Chevron Pasifik Indonesia akan mengurangi jumlah karyawanya sebanyak 25 persen.

"Chevron melalui anak perusahannya, Chevron Indonesia Company (CICO), telah mengelola Production Sharing Contract (PSC) East Kalimantan (EKAL) dan menyediakan suplai gas yang berkelanjutan kepada aset strategis Indonesia termasuk Kilang LNG Bontang dan Kilang Balikpapan," ujar Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit, Chuck Taylor, melalui Corporate Communication Manager (Policy, Government and Public Affairs), Dony Indrawan, sebagaimana pernyataan (CICO) melalui press rilisnya kepada GoRiau.com, Selasa (19/1/2016), mengenai PSC EKAL.

Ia melanjutkan, CICO tidak akan mengajukan perpanjangan PSC EKAL dan akan mengembalikan aset tersebut kepada Pemerintah Indonesia pada tanggal 24 Oktober 2018.

"Keputusan ini tidak mempengaruhi komitmen kami (Chevron IndoAsia Business Unit, red) untuk meneruskan sejarah 90 tahun kemitraan di Indonesia atau menjalankan proyek-proyek strategis seperti proyek Indonesia Deepwater Development (IDD)," katanya.

Masih dikatakannya, Chevron bangga atas kemitraan yang kuat dengan masyarakat dan Pemerintah Indonesia, serta berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia mengembangkan sumber daya energi secara selamat, efisien dan andal.

"Kami (Chevron, red) akan tetap fokus pada keselamatan dan keandalan operasi, dan mendukung penyerahan aset yang lancar kepada operator baru," tutup Dony Indrawan dalam press rilisnya menjelaskan.

Sementara itu, Chevron hingga saat ini belum menjawab jumlah pengurangan karyawannya di Indonesia. Namun, informasi yang diterima GoRiau.com, pengurangan pegawai Chevron di Indonesia sudah mulai santer terdengar dan bukan lagi menjadi rahasia umum. ***

Kategori:Ekonomi

wwwwww