Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
MPR RI
22 jam yang lalu
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
2
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
MPR RI
23 jam yang lalu
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
3
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
15 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
4
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
14 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
5
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
6
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
13 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Home  /  Berita  /  Riau

Wah, Kalau Chevron Tutup, Pertamina dan Pemprov Ambil Alih

Jum'at, 22 Januari 2016 14:31 WIB
Penulis: Syafri Ario
wah-kalau-chevron-tutup-pertamina-dan-pemprov-ambil-alihM. Nasir
PEKANBARU - Chevron salah satu perusahaan yang berdampak besar terhadap penurunan harga minyak mentah dunia akhir-akhir ini. Menyikapi hal itu, Chevron akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), bahkan ditutup.

Anggota DPR RI, Komisi VII, Dapil Riau, Muhammad Nasir mengatakan apabila Chevron tidak mampu untuk melakukan produksi sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah, maka, Pertamina bisa mengambil alih wilayah kerja Chevron.

"Kalau Chevron tidak mampu untuk melakukan produksi minyak mentah, kita bisa melakukan pembagian wilayah untuk mengambil beberapa wilayah Chevron supaya dikelola Pertamina sebagai BUMN," kata M. Nasir kepada GoRiau.com, Jumat (22/1/16).

Pengambilalihan wilayah kerja Chevron oleh Pertamiana, apabila tidak sesuai dengan target Kementrian ESDM.

"Karna saya sangat khawatir jika Chevron mengurangi karyawan secara otomatis produksi minyak mentah Chevron juga akan menurun, dan ini bisa menurunkan target Chevron yang sudah ditetapkan Kementrian ESDM," ujarnya.

M. Nasir juga menyatakan dukungannya apabila provinsi sanggup untuk bekerjasama dengan Pertamina, akan lebih baik daripada dengan Chevron.

"Kalau Chevron mau tutup, silahkan, jika provinsi sanggup bekerja sama dengan Pertamina, itu jauh lebih baik untuk memberikan kontribusi ke daerah sebagai BUMN," paparnya.

Terkait PHK, ia mengingatkan kepada Chevron untuk tetap memberikan kesejahteraan kepada karyawan yang di PHK tersebut.

"Yang akan dilakukan Chevron dapat berdampak sosial, apabila Chevron tetap melakukan untuk efesiensi, boleh tapi harus dipikirkan lebih jauh, dan kesejahteraan karyawan yang di PHK tetap diberikan," ucapnya.

Selain itu, katanya, supaya tidak merugikan sepihak, DPR akan mengkaji ulang kontribusi Chevron terhadap daerah.

"Kita sudah pasti mempertanyakan kontribusi Chevron, kepada daerah-daerah yang dilakukan pengeboran dan produksi Chevron apakah seimbang dengan kontribusi terhadap daerah tersebut," ungkapnya.

Ia juga menegaskan hal ini menjadi pertimbangan juga untuk perpanjangan kontrak Chevron ke depannya.

"Ini juga menjadi pertimbangan kita untuk perpanjangan kontrak Chevron kedepannya, karena ini terutama harus memikirkan kontribusi daerah yang menjadi produksi Chevron, apakah ada keuntungannya, itu menjadi pertimbangan untuk perpanjangan kontrak," urainya ***

Kategori:Ekonomi, Riau

wwwwww