Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kerangkat Tim Persela Sudah Terbentuk Kata Nil Maizar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kerangkat Tim Persela Sudah Terbentuk Kata Nil Maizar
2
Kadis Dukcapil pun Diminta Berkawan dengan Penjaga Makam
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Kadis Dukcapil pun Diminta Berkawan dengan Penjaga Makam
3
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
Politik
6 jam yang lalu
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
4
LaNyalla Desak Kapolri Usut Kasus Pembunuhan dan Penangkapan Jurnalis di Sulsel
Peristiwa
6 jam yang lalu
LaNyalla Desak Kapolri Usut Kasus Pembunuhan dan Penangkapan Jurnalis di Sulsel
5
Penguatan Identitas Kuliner Lokal, BOPLBF Gelar Pelatihan Makanan Siap Saji dan 'Packaging'
Peristiwa
6 jam yang lalu
Penguatan Identitas Kuliner Lokal, BOPLBF Gelar Pelatihan Makanan Siap Saji dan Packaging
6
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
DPR RI
6 jam yang lalu
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
Home  /  Berita  /  Riau

Tak Ingin Tutup, Riau Petroleum Ingin Kelola Blok Rokan

Selasa, 26 Januari 2016 17:54 WIB
Penulis: Syafri Ario
tak-ingin-tutup-riau-petroleum-ingin-kelola-blok-rokan
PEKANBARU - Direktur Utama BUMD Riau, PT Riau Petroleum, Herianto, sangat berharap Riau Petroleum dapat mengelola Blok Rokan yang produksinya mencapai 300.000 barel/hari.

"Itu luar biasa besar, kalau kita dapat kelola, 10 persen saja bagian kita sudah besar itu," ujarnya kepada GoRiau.com, Selasa (26/1/2016).

Lanjut Herianto, setelah berakhirnya kontrak Chevron pada 2021. Barulah ia akan melakukan negosiasi.

"Undang-undang yang baru menyatakan pemprov berhak 10 persen," kata Herianto.

Oleh karena itu, Herianto menyayangkan pernyataan DPRD yang menyuruh Riau Petroleum untuk ditutup.

"Jangan kita melemahkan diri kita masing-masing, jangan ditutup percuma kita punya banyak pakar perminyakan dan ladang minyak yang luas," ungkapnya.

Menurut Herianto, seharusnya DPRD sebagai perwakilan rakyat Riau, mendorong untuk mengelola ladang-ladang minyak yang ada di Riau bukan sebaliknya.

Ia menyatakan Riau Petroleum tidak bisa beroperasi, karena belum mendapatkan lapangan untuk eksplorasi minyak.

"Kita coba sumur tua, Pelalawan tak jalan karena Bupati tak rekom dan sudah berusaha juga dengan Kampar, akhirnya dibatalkan sendiri," jelasnya ***

Kategori:Ekonomi, Riau

wwwwww