Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
Peristiwa
15 jam yang lalu
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
2
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
Politik
17 jam yang lalu
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
3
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
4
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
Olahraga
15 jam yang lalu
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
5
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
Peristiwa
15 jam yang lalu
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
6
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Peristiwa
19 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Jelang Asian Games 2018

Ketua Komisi X DPR: Gunakan Anggaran dengan Benar, Jangan Sampai Kasus Hambalang Terulang

Ketua Komisi X DPR: Gunakan Anggaran dengan Benar, Jangan Sampai Kasus Hambalang Terulang
Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya. (foto: Daniel)
Kamis, 11 Februari 2016 13:46 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya, dalam rapat dengar pendapat dengan Kemenpora mengingatkan, agar penggunaan dana Asian Games 2018 sesuai dengan kebutuhan dan tidak melenceng.

"Jangan sampai kasus Hambalang dan wisma atlet kembali terjadi. Capek kalau kita selalu dirundung masalah setiap yang berkaitan dengan anggaran iven olahraga," kata Teuku Riefky kepada Legislatif.co (GoNews Group), Kamis (11/02/2016) pada saat rapat di skors.

Bahkan menurut politis dari Partai Demokrat ini, yang terpenting adalah memikirkan prestasi itu sendiri. "Untuk meraih prestasi, memang tidak bisa lepas dari yang namanya dana. Namun yang namanya permintaan anggaran kalau diikuti ya tidak pernah cukup," jelasnya.

Masih menurut Teuku Riefky, pihak Kemenpora telah mengajukan anggaran sebesar Rp1,2 triliun, dan baru dicairkan sekitar Rp500 niliar. Namun pihaknya sampai saat ini baru menerima laporan penggunaan dana hanya secara global saja.

"Pertama, Panja Asian Games perlu data dan laporan penggunaan lebih detail, karena ada atlet dan cabor yang melaporkan ke kita, masih adanya anggaran yang tidak tepat sasaran, waktu dan penggunaanya," tukasnya.

Bahkan menurutnya, dengan peningkatan anggaran seperti yang terjadi pada tahun 2014 dan tahun sebelumnya, Indonesia justru makin menurun prestasinya.

"Pada intinya apakah anggaran 2015 yang sudah cair itu tepat sasaran, tepat waktu dan penggunanaannya, jangan sampai anggaran itu malah digunakan yang lain, sementara untuk prestasi atlet dikesampingkan, ini bisa bahaya," tegasnya. ***

wwwwww