Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Dinilai Rasis, Politisi Riau Kecam Pernyataan Effendi Simbolon

Jum'at, 12 Februari 2016 19:03 WIB
Penulis: Fahrul Rozi
dinilai-rasis-politisi-riau-kecam-pernyataan-effendi-simbolonAbdul Wahid
PEKANBARU - Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon dinilai telah melakukan rasisme dengan mengeluarkan pernyataan demokrasi tanpa idealisme adalah demokrasi ala Melayu. Simbolon tidak punya referensi untuk menjatuhkan tudingan kepada bangsa Melayu.

"Ini adalah tindakan rasis yang sangat memojokkan bagi orang Melayu. Apa referensi Effendi Simbolon terhadap demokrasi yang di masyarakat Melayu," sampai politisi Riau, Abdul Wahid, Jumat (12/2/2016).

Putera Melayu yang sudah dua periode duduk sebagai anggota DPRD Riau ini mengaku sangat tersinggung dengan pernyataan tersebut. Ia minta agar Effendi menarik ucapan tersebut dengan meminta maaf kepada seluruh orang Melayu.

"Kami sebagai bagian dari anak Melayu, tentu sangat tersinggung. Memang sampai di mana pengetahuan Effendi tentang Melayu, sampai berani mengeluarkan pernyataan demikian. Kalau ada tidak senang dengan satu pihak, jangan merendahkan orang Melayu secara keseluruhan," sampai Ketua Dewan Tanfizd DPW PKB Riau tersebut.

Wahid mengaku sudah mengumpulkan tokoh muda Melayu untuk menyampaikan somasi kepada politisi PDIP tersebut, jika tidak kunjung meminta maaf. ***

wwwwww