Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Riau

Mensos Sebut di Tahun 2015, Rp63 Triliun Uang Masyarakat Dipakai Beli Narkoba

Mensos Sebut di Tahun 2015, Rp63 Triliun Uang Masyarakat Dipakai Beli Narkoba
Khofifah didampingi Plt Gubri saat diwawancarai sejumlah awak media. (foto: donald).
Sabtu, 13 Februari 2016 11:57 WIB
Penulis: Satria Donald
PEKANBARU- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengakui, bahaya narkoba semakin merajalela di Indonesia. Kendati setiap hari pihak kepolisian terus menangkap pemakai dan pengedar narkoba, namun kasus ini terus mengalami peningkatan. Wanita berkerudung ini menyebutkan, hampir semua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Indonesia sudah dimasuki narkoba.

"Para pengedar tak pernah jera, sekarang hampir semua RT/RW sudah dimasuki narkoba. Ada sekitar Rp63 triliun uang masyarakat yang dihabiskan untuk membeli narkoba tahun 2015 lalu," kata Khofifah kepada GoRiau.com, usai membuka Konferwil Muslimat NU Riau di Balai Serindit Komplek Gubernuran, Pekanbaru, Sabtu (13/2/2016).

Khofifah sangat menyayangkan kondisi ini, sebab katanya, apabila uang sebesar itu digunakan masyarakat untuk membangun sekolah, tentu cukup banyak yang sudah berdiri saat ini.

"Kalau kita gunakan saja uang Rp63 triliun itu bangun PAUD, tentu sudah ratusan yang berdiri, sebab satu bangunan PAUD butuh dana Rp25 juta saja," jelasnya.

Khofifah yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimah (PPM) Nahdatul Ulama (NU) mendorong perempuan-perempuan Indonesia agar lebih kuat, sehingga mampu melindungi anak-anaknya dari bahaya narkoba dan teknologi.

"Bagi ibu-ibu yang dulunya sekolah tak tamat, kita punya program lewat koperasi untuk menambah pengetahuan mereka," tutup Mensos.***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww