Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Bangkitkan Kawasan Wisata Tanjung Lesung Banten, Pemerintah 'Kebut' Pembangunan Tol Jakarta - Tanjung Lesung

Bangkitkan Kawasan Wisata Tanjung Lesung Banten, Pemerintah Kebut Pembangunan Tol Jakarta - Tanjung Lesung
Minggu, 14 Februari 2016 20:47 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
BANTEN - Indonesia memiliki banyak kawasan wisata yang indah dan sangat menarik di dunia. Sayang potensi itu masih banyak yang belum tergarap, salah satunya adalah kawasan wisata Tanjung Lesung Banten yang sangat menawan. Karena itu, pemerintah akan segera membangun jalan tol Jakarta - Tanjung Lesung sehingga lokasi ini bisa ditempuh hanya dalam waktu 2,5 jam dari Jakarta.


Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan infrastruktur jalan merupakan ''critical success factor'' untuk menghidupkan pariwisata Tanjung Lesung, Banten. Karena itu saat ini sedang dikebut tol darat dari Serang ke Tanjung Lesung. "Begitu tol selesai, Jakarta-Tanjung Lesung tak lebih dari 2,5 jam. Itu baru akan ngebut pertumbuhan pariwisata ke arah Banten. Presiden Jokowi sudah meninjau dan memantau perkembangan tol itu," kata Menpar Arief Yahya.

Dari 3A, akses, amenitas dan atraksi, Tanjung Lesung paling lemah diakses. Padahal jarak Bajten Jakarta itu tidak jauh. Soal amenitas, asal infrastruktur dibangun baik, secara otomatis swasta akan bergerak sendiri. ''Mereka sudah punya hitungan dan data market. Mereka dengan sendirinya akan mengejar opportunity,'' jelas Arief Yahya.

Jalan menyusuri Serang, Pantai Anyer, Pantai Carita, sampai Tanjung Lesung memang lama terbengkalai. Akibatnya, aminitas yang berkembang di jalur itu ikut gembos. Hotel, restoran, convention hall, dan lainnya pernah maju dan berkembang. Sekarang kondisi jalan sudah membaik, dan ketika tol sudah jadi, maka kawasan itu akan hidup. Industri pun mulai hidup lagi. ''Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata itu sudah 24 tahun mandek. Sekarang kita seriusi untuk berkembang dan sustainable,'' papar Menpar Arief Yahya.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dadang Rizki menambahkan, Tanjung Lesung, Banten sebenarnya dekat dari Jakarta. ''Menurut pengamatan dan pengalaman saya, sejak tahun 70-an jalan menuju ke Bayah pantai Sawarna masih hancur sampai sekarang,'' kata Dadang usai menghadiri acara Rapat Koordinasi Pemangku Kepentingan Kepariwisataan di Provinsi Banten.

Padahal, lanjut Dadang Rizki, dua kabupaten tersebut memiliki potensi pariwisata yang tinggi. Di Pandeglang sendiri, terdapat Tanjung Lesung yang telah mendapat status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan sudah mulai dilakukan sinergi sejak tahun 2015 lalu. Kabupaten Lebak ada pantai Sawarna yang berpotensi menjadi wisata yang sangat berkembang.

''Saat ini Provinsi Banten membutuhkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata, seperti pemandu wisata. Banten hanya ada 60 orang, ini jauh dari kebutuhan ke depan. Jangan sampai ketika jalan sudah oke, hotel makin banyak, tapi tidak ada guidenya,” katanya.

Selain itu, sebut Dadang Rizki, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengkspose kegiatan wisata mereka selama berwisata di Banten. Media sosial saat ini fasilitas yang paling mudah untuk dijadikan sarana promosi. Libatkan semua pihak, netizen, bloger, yang aktif di instagram, twitter, facebook dan lain-lain.

''Kami juga harapkan teman-teman media membantu ekspose pariwisata di Banten. Peran media sangat dibutuhkan dalam mendongkrak jumlah wisatawan. Selain itu, anak-anak muda penggiat Sosial Media harus lebih rajin untuk terus mengupload, mempublikasikan, memperkenalkan keindahan Tanjung Lesung dan Pantai Suwarna. Sosmed kini sangat vital,” ujar pria asal Jawa Barat itu.

''Harus diangkat wisata asli Banten, yang original seperti kaum Baduy di Bayah. Pak Menteri selalu mengingatkan untuk selalu berkoordinasi dengan Men PU PR agar percepatannya makin terasa," katanya. ***

Kategori:Banten, PON, Badminton
wwwwww