Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton
Indonesia Wonderful

Jika Singkawang Pusat Perayaan Cap Gomeh Nasional, Glodok Jadi Pusat Perayaan Cap Go Meh di Jakarta

Jika Singkawang Pusat Perayaan Cap Gomeh Nasional, Glodok Jadi Pusat Perayaan Cap Go Meh di Jakarta
Arak-arakan pada peryaan Cap Gomeh di Glodok Jakarta.
Minggu, 14 Februari 2016 12:59 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Singkawang, Kalbar menjadi tempat turunnya para dewa dan dijadikan lokasi Cap Go Meh paling heboh di Indonesia. Sementara DKi Jakarta dengan jumlah penduduk etnis Tionghoa nya juga besar, mereka juga akan menggelar Cap Go Meh di kawasan pecinan Jakarta Barat, Glodok selama dua hari penuh, yakni 20-21 Februari 2016, dari pagi sampai tengah malam.

"Saya yakin acaranya juga meriah, silakan disaksikan di kawasan Glodok Pancoran, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat," ajak Menpar Arief Yahya, promosi.

Menteri yang berkantor di Gedung Sapta Pesona, Medan Merdeka Barat, Jakpus ini mengaku sangat antusias dan menghormati karya kebudayaan dan sejarah keberadaan Tiongkok hingga sampai ke tanah air. Arief Yahya sendiri yang mengusulkan "Jalur Cheng Ho" dihidupkan untuk pariwisata, kebudayaan dan perdagangan.

Menpar Arief Yahya beralasan, karena ratusan kapal yang pernah dibawa Sang Admiral menyusuri pesisir Indonesia, dari Aceh, Batam, Belitung, Palembang, Jakarta, Cirebon, Semarang, Tuban, Surabaya, sampai Denpasar.

Lagi pula, lanjut Arief Yahya, potensi pasar Tiongkok itu besar sekali. Tahun 2014 saja jumlah outbond mencapai 100 juta lebih dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan adanya kebudayaan China di banyak lokasi di Indonesia, akan membuat tautan budaya nya lebih lekat. "Proyeksi kita atas pasar China besar, dengan growth paling besar," jelas Menpar kepada GoRiau.com ( GoNews Group), Minggu (14/02/2016).

Ditanya sejauh mana kesiapan peryaan Cap Go Meh Glodok, Menpar menyatakan, semua sudah diatur Disbudbar DKi Jakarta. Hal tersebut juga dinyatakan Kadisbudpar DKi Jakarta melalui Kasudin Disbudbar Linda Erliany. "Kami siap menggelar berbagai acara seni dan budaya dalam menyambut Cap Go Meh. Ini sebagai salah satu upaya untuk melestarikan seni dan budaya di kawasan pecinan Glodok,” papar Linda Erliany, Minggu (14/02/2016).

Menurut Linda, beragam perlombaan pun akan digelar, diantaranya lomba liong dan barongsai yang berada di urutan teratas. Setelah itu, ada pemilihan Koko dan Cici, juga Mpe dan Encim untuk yang berusia 70 tahun ke atas.

Selain perlombaan, tentunya ada juga arak-arakan kirab mengelilingi kawasan pecinan di Glodok.“Kami tak sendirian. Panitia Pecinan Glodok ikut membantu. Karena selain menggelar beragam perlombaan, kami juga mengundang Presiden Jokowi, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan sejumlah duta besar negara sahabat,” tambahnya.

Lantas apa lagi yang menarik dari Pecinan Jakarta yang bisa disaksikan saat Cap Go Meh nanti, ini penjelasan Linda. “Yang pasti pengunjung bisa menikmati bangunan tua, tradisi hingga kuliner khas Tionghoa,” tegasnya.

Glodok merupakan salah satu kawasan tua di Ibukota dan disebut-sebut sebagai pecinan terbesar di Tanah Air. Selain ada tiga vihara tua di daerah ini, banyak pula bangunan tua bercorak oriental masih bertahan, seperti Toko Obat Lay An Tong, Rumah Keluarga Souw, Toko Gloria, dan lainnya.Kawasan Glodok kini menjadi salah satu roda perekonomian Jakarta sebagai sentra penjualan elektronik terbesar Indonesia.

Hari raya Cap Go Meh sendiri atau dinamai Yuan Xiaojie jatuh setiap tanggal 15 bulan pertama tahun Imlek. Awalnya perayaan Cap Go Meh dilakukan tahun 180 SM oleh Kaisar Hanwudi dari Dinasti Han Barat yang naik takhta pada tanggal 15 bulan pertama Imlek.Untuk merayakan penobatannya, ia menjadikan tanggal 15 bulan pertama sebagai hari raya lampion.

Sejak tahun 104 sebelum masehi, Cap Go Meh resmi dicantumkan sebagai hari raya nasional negeri Tiongkok.Hingga kini Cap Go Meh dirayakan di berbagai negara dimana terdapat komunitas etnis Tionghoa. Menurut tradisi Tiongkok bahwa setelah Cap Go Meh maka berakhirlah seluruh perayaan Tahun Baru Imlek. ***

wwwwww