Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Guna Menyukseskan Nawa Cita, Sekjen dan Sesmen Diminta Menjadi Penggerak Utama di Masing-masing Instansi

Guna Menyukseskan Nawa Cita, Sekjen dan Sesmen Diminta Menjadi Penggerak Utama di Masing-masing Instansi
Rapat Koordinasi Kementerian PANRB. (foto:daniel)
Selasa, 16 Februari 2016 10:27 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi meminta aparatur birokrasi harus mampu berfikir selangkah ke depan ( thingking ahead) sebagai tindakan antisipatif. Menurutnya bukan hanya terhadap ancaman-ancaman potensial saja, namun juga terhadap potensi baru yang tersedia melalui kebijakan dan program yang sudah berjalan.

Bahkan MenPANRB juga menyatakan dengan tegas, khususnya kepada Sekjen dan Sesmen untuk menjadi penggerak utama di instansi masing-masing. Hal tersebut ia kemukakan saat memberikan sambutan pembukaan Rapat Koordinasi KemenPANRB, Selasa, (16/02/2016).

"Para Sekjen dan Sesmen harus bisa menjadi penggerak utama (prime mover). Dalam pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi di instansinya agar segera mengambil langkah kongkrit guna mewujudkan Nawa Cita Presiden Jokowi," sambutnya.

Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, menurut Menteri Yuddi, setidaknya ada enam arahan yang benar-benar menjadi perhatian khusus. Ke enam arahan tersebut diantaranya adalah melakukan sinergi melalui koordinasi, integrasi dan sinkronisasi yang baik secara internal maupun eksternal antar instansi.

Selanjutnya menurut Yuddi, menjadikan revolusi mental sebagai gerakan bersama seluruh ASN, bukan hanya sebatas program atau proyek yang digerakkan dengan hanya mengandalkan anggaran.

"Pada intinya semua kegiatan dan program harus jelas, dirancang dengan baik. Kata-kata bersayap seperti Penguatan, Pengembangan, Pemberdayaan dan lainya buang saja. Ganti dengan yang jelas dan trasnparan dan sesuai keperluan. Misalnya membeli buku, membeli kursi dan lainya, jadi jelas dan tepat sasaran," tuturnya.

Untuk itulah menurut Menteri Yuddi, Sekjen, Sesmen dan Sestama harus jadi penggerak utamanya. (**/dnl)

wwwwww