Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
DPR RI
23 jam yang lalu
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
2
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
3
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
4
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
DPR RI
21 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
5
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
Sepakbola
18 jam yang lalu
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
6
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Jumat Bersih Potong Kambing

TNI dan Warga Goro Bersihkan Luak Nan Tigo

TNI dan Warga Goro Bersihkan Luak Nan Tigo
Kodim 0307 Tanah Datar dikomandoi langsung Dandim 0307 / TD Letkol. Arm. Bagus Tri Kuntjoro, Danramil Tanjung Emas, Badan Taskin PMP-KB Tanah Datar bersama masyarakat laksanakan goro bersama membersihkan lokasi Luak Nan Tigo. Jumat (19/02).
Rabu, 24 Februari 2016 21:43 WIB
Penulis: Irfan F

PAGARUYUNG-Nagari Pagaruyung memiliki banyak bukti sejarah yang perlu dijaga dan dilestarikan, seperti halnya Istano Basa Pagaruyung, Istano Silinduang Bulan, Batu Basurek, Ustano Rajo yang dihiasi rindangnya tiga pohon beringin besar yang berdiri kokoh sebagai pelambang tiga raja di Pagaruyung, yaitu Rajo Alam, Rajo Adat dan Rajo Ibadat.

Tidak hanya itu nagari Pagaruyung masih banyak memiliki bukti beradapan masa lalu yang perlu digali dan dilestarikan. Tapak Rumah atau tapak bekas Istana Pagaruyung di atas bukit batu patah, luak rajo, batu tungku atau tiga batu yang berdiri dan menyerupai tungku yang biasa digunakan masyarakat setempat untuk memasak pada zaman dahulunya.

Luak Nan Tigo di jorong Padang Datar, yang merupakan tiga sumur di atas sebuah batu besar, dan sumur ini tidak pernah kering sekalipun musim kemarau. Ketiga sumur ini memiliki warna air yang berbeda pula sesuai dengan bendera tiga luak di Sumatera Barat yaitu Luak Tanah Data, Luak Agam dan Luak Limo Puluah.

YBhg.Tansri Rais Yatim Penasehat Menteri Malaysia yang juga merupakan keturunan minang dan penulis sejarah Minangkabau ini pernah berkunjung ke Luak Nan Tigo tersebut, sekaligus menelusuri sejarah minangkabau dan keterkaitan dengan negara serumpun Malaysia, mengharapkan agar bukti sejarah ini terus di jaga dan dikembangkan sebagai salah satu objek wisata sejarah, sehingga generasi kedepan tidak terkontaminasi dengan kebudayaan barat yang dikemas dalam bentuk cerita-cerita kartoon. Namun generasi kedepan akan paham dengan budayanya dan tahu akan asal usul mereka.

Sekaitan dengan hal tersebut, generasi muda yang tergabung dalam forum anak Nagari Pagaruyung bekerja sama dengan Kodim 0307 Tanah Datar yang dikomandoi langsung Dandim 0307 / Tanah Datar Letkol. Arm. Bagus Tri Kuntjoro, Danramil Tanjung Emas, Badan Taskin PMP-KB Tanah Datar laksanakan goro bersama membersihkan lokasi Luak Nan Tigo tersebut.

Tingginya animo masyarakat secara swadaya melaksanakan potong kambing pada saat goro tersebut dilaksanakan, Jumat (19/02) di Jorong Padang Datar Pagaruyung.

Dandim 0307 Tanah Datar Letkol.Arm.Bagus Tri Kuntjoro sampaikan goro ini juga sejalan dengan program TNI Jum'at Bersih dan Kodim akan siap selalu terjun kemasyarakat untuk melaksanakan kegiatan seperti ini karena TNI dan masyarakat harus "manunggal" atau menyatu, ucapnya.

Semangat goro harus ditumbuh dan dilestarikan karena dengan kebersamaan adalah modal utama kita dalam kegiatan pembangunan. Secara pribadi saya terharu dan bangga dengan semangat anak nagari, ini semua berkat Pak Wali, terang Dandim. Semoga itikad baik kita bersama dapat mencapai tujuan yang kita inginkan, harapnya.

Nurlaili dari dinas Taskin PMP-KB juga salut dan bangga dengan gerakan Anak Nagari Pagaruyung khususnya dalam perumusan BUMNag, di Sumatera Barat ini yang pertama, jelasnya.

Kami masih mempersiapkan draf Perda tentang BUMNag, sementara Nagari Pagaruyung sudah mulai berbuat, walau belum ada perda namun payung hukumnya sudah ada yaitu Permendesa No. 4 Tahun 2015 tentang Badan Usaha Milik Desa atau Nagari.

Semoga kami siap untuk lakukan pembinaan dan BUMNag Pagaruyung Jaya Bersama bisa menjadi percontohan bagi nagari lain, jelas Nurlaili.

Sementara itu Pj. Wali Nagari Pagaruyung Yoghi Alfinder, S.STP saat dikonfirmasi jelaskan bahwa Nagari Pagaruyung punya banyak potensi yang harus dikembangkan, terutama soal budaya, peninggalan sejarah, pesona alam maupun pertanian. Ini kalau dikemas dengan baik tidak saja akan mendatangkan hasil bagi nagari juga akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan juga akan dapat dikembangkan sebagai pesona wisata yang menarik, jelasnya.

Yogi terangkan BUMNag yang ada saat ini merupakan murni inisiatif dan semangat anak nagari yang bangkit secara bersama dan dituangkan dalam visi BUMNag Pagaruyung Jaya Bersama "dengan bangkitnya semangat kebersamaan Anak Nagari kita wujudkan Nagari Pagaruyung Bermartabat, Mandiri dan Madani Berlandaskan ABS-SBK, Syarak Mangato, Adat Mamakai Alam Takambang Jadi Guru". Semoga semangat kebersamaan anak nagari ini selalu terjaga, semakin berkembang dan diarahkan kepada kemajuan, terangnya.

Prioritas utama yang akan dikelola anak nagari melalui BUMNag ini adalah sektor pariwisata dan agribisnis. Saat ini sudah ada beberapa kegiatan yang dilakukan anak nagari, dan kedepan harapnya agar Pemerintah Daerah di bawah pimpinan baru Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma dapat mengembangankan kawasan Pagaruyung sebagai objek wisata primadona di Sumatera Barat.

Seperti pembangunan jalan sepanjang tali bandar dari Luak Nan Tigo menuju Istano Basa Pagaruyung, sehingga wisatawan dapat menikmati wisata sejarah dan pesona alam perbukitan bukik batu patah ini, dan ini akan juga dapat mengurangi kemacetan di depan Istano Basa Pagaruyung, dan jalan ini nantinya juga dapat dijadikan sebagai jalan alternatif menuju kota Batusangkar, imbuhnya.

Gotong Royong dan sosialisasi BUMNag yang diprakarsai anak nagari ini dihadiri jajaran Kodim 0307 Tanah Datar dan Dandramil Tanjung Emas serta ratusan masyarakat Nagari Pagaruyung.***      

Editor:M.Siebert
Kategori:GoNews Group, Umum

wwwwww