Wonderful Indonesia 2016

Demi Kejar GMT, Ogoh-Ogoh ‘Hijrah’ ke Bumi Sriwijaya

Demi Kejar GMT, Ogoh-Ogoh ‘Hijrah’ ke Bumi Sriwijaya
Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin. (net)
Jum'at, 26 Februari 2016 17:24 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
PALEMBANG- Sumatera Selatan punya satu ide “unik” lagi. Menyongsong fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT), akan ada suasana Pulau Dewata Bali di Palembang. Tari Kecak dan Pawai Ogoh-Ogoh khas Bali, disiapkan di Benteng Kuto Besak.

Responnya sangat bagus, media-media internasional seperti Reuters (Inggris) dan NHK (Jepang) terpikat oleh rencana atraksi itu. Mereka langsung meminta izin untuk meliput festival budaya tadi.

“Kebetulan, acara GMT ini bertepatan dengan Nyepi Caka 1938. Ternyata respon media asing luar biasa. Dari luar ada Reuters dan NHK yang sudah confirm meliput. Sementara dari dalam negeri ada Metro TV, Kompas, TVRI, SCTV Indosiar, TV One dan I News MNC Group. Acaranya akan disiarkan live dari Benteng Kuto Besak ,” papar Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga, Jumat (26/02/2016).

Kreatif dan banyak ide. Itulah yang dilakukan Sumsel di tengah persaingain kreativitas ini. Dan sector pariwisatalah yang kini sedang dikejar. Saat ini, Sumsel sedang merintis jalan menghidupkan kembali roh kejayaan Sriwijaya yang begitu menginspirasi lahir dan bersatunya Nusantara.

“Konsepnya sudah kami siapkan secara matang. Untuk 8 Maret, pukul 15.00-18.00 ada Ogoh-ogoh Bali Festival, pukul 19.00 Kecak Bali Dance, 19.30 Glowing Night Run, dan pukul 23.00-03.00 upacara ritual pasak bumi untuk sambut tuah sungai,” terang Irene Camelyn Sinaga.

Irene memang tak ingin setengah hati saat mempersiapkan kegiatan ini. Maklum, selain diliput media-media besar, festival budaya tadi juga mengundang antusiasme turis-turis asing. Dari data reservasi hotel hingga 24 Februari 2016, sudah ada 12 negara yang sudah berdatangan ke Sumatera Selatan. Diantaranya adalah Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Korea, Belgia, Jerman, Prancis, Hongkong, Singapore, Malaysia, Jepang dan Tiongkok, diyakini bakal ikut serta meyaksikan parade budaya yang menghadirkan nuansa Bali tadi.

“Jumlahnya mungkin bisa lebih banyak lagi karena yang melalui travel agent belum terdata. Yang jelas, hingga pagi ini, sudah ada beberapa wisatawan yang minta difasilitasi Pemprov untuk menyaksikan Parade Budaya menyambut Nyepi dan GMT. Dari Malaysia jumlahnya 135 orang,Jepang 90 orang, Inggris 80 orang, Belanda 50 orang, Belgia 40 orang dan Korea 20 orang. Prediksi kami, akan ada ribuan wisawatan yang akan menyaksikan,” pungkas Irene. (*/dnl)


wwwwww