Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
Nasional
21 jam yang lalu
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
2
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: "Saya bisa Menghilang Kapan Saja"
Kesehatan
22 jam yang lalu
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: Saya bisa Menghilang Kapan Saja
3
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
4
Padat Karya Kemendes PDTT Sasar 5 Juta Pekerja Desa
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Padat Karya Kemendes PDTT Sasar 5 Juta Pekerja Desa
5
Cyber Indonesia Laporkan Anji ke Polisi
Hukum
21 jam yang lalu
Cyber Indonesia Laporkan Anji ke Polisi
6
Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
Umum
22 jam yang lalu
Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Pesona Indonesia 2016

PKSKI Perkuat Commercial Value Wisata Kuliner

PKSKI Perkuat Commercial Value Wisata Kuliner
Ilustrasi Festival kuliner. (net)
Minggu, 28 Februari 2016 22:05 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung kembali bikin gebrakan. Sekolah di bawah nanungan Kementerian Pariwisata itu menggelar kegiatan Workshop Food Photography, Food Styling, dan Food Writing di Gedung Mandalawangi Convention Lantai 2 STP Bandung, 27 Februari.

"Wisata Kuliner itu terkait erat dengan life style. Memberi tambahan value pada kuliner, seperti bentuk, sajian, tampilan, warna, dan image yang membuat makanan menjadi lebih bergengsi, sama dengan menaikkan commercial value dari kuliner itu. Jadi, style itu penting," kata Menpar Arief Yahya, Minggu (28/02/2016).

Sementara itu, menurut Deputi Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Ahmenurut, peserta yang hadir adalah seluruh komponen unit kelengkapan STP Bandung yakni Pusat Kajian Seni Kuliner Indonesia (PKSKI), para mahasiswa dan mahasiswi STP Bandung, dosen STP Bandung dan para praktisi makanan. ”Ini untuk meningkatkan wawasan sumber daya manusia kami terkait Kuliner, Indonesia sangatkaya dengan Wisata Kuliner,” ujarnya.

Pria asal Ciamis itu mengatakan, sangat penting meningkatkan SDM yang ada kaitannya dengan makanan. Karena menyajikan makanan, imbuh Ahman, bukan hanya bagaimana memasaknya atau memproduksinya namun meningkatkan kompetensi di bidang food photography, food styling, dan food writing dalam kaitannya dengan kuliner Indonesia serta mampu mendokumentasikan kekayaan seni kuliner Indonesia ke dalam bentuk tulisan dan karya fotography dengan baik.

”Sehingga ke depannya lulusan kita bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Ini hal yang sangat vital juga,” kata pria yang pernah menjadi Rektor salah satu kampus di Bandung itu.

Ahman menambahkan, pengembangan kuliner berbasis pengetahuan, seni dan tekhnologi ini memiliki visi dan misi yang jelas yakni mampu mempertahankan kuliner Indonesia di mata dunia.

Pada acara tersebut, materi yang diberikan oleh Kemenpar melalui STP Bandung adalah tantangan dan peluang karir menjadi food photography, food styling, dan food writing, tips dan trik foto makanan, riview buku dari para ahli makanan. Beberapa nara sumber yang hadir adalah, Syahroni (fotografer makanan), Heni Prida (penulis kuliner makanan), Mulya Sari (Food Stylis), Fajar Ayuningsih (Food Stylist), Lila Muliani (Food Stylist), dan Shinta Tevaningrum (penulis makanan).

Kuliner nusantara merupakan kebanggan warga Indonesia. Dimasing-masing daerah pasti memiliki ciri khas kuliner yang unik, menarik dan penuh cita rasa. Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya akan kuliner. Tak hanya hasil alam yang melimpah, namun juga dari beragamnya suku sehingga menghasilkan macam kuliner yang menggugah selera para Wisatawan Mancanegara maupun nusantara.

Contohnya saja Indonesia bagian barat. Banyak makanan yang terkenal seperti Seperti di Aceh, Ayam Tangkap dan Mie Aceh patut untuk dicicipi. Di Medan, Saksang, Pelleng, Arsik, atau Naniura. Jangan lupa juga untuk menjadikan Bika Ambon dan Bolu Meranti sebagai oleh-oleh.

Makanan khas seperti Nasi Lemak dan Belacan, juga tidak kalah terkenalnya. Sedangkan di Sumatera Selatan, tentu sudah tahu bahwa Pempek dan Tekwan khas Palembang merupakan kuliner yang sangat wajib dipilih untuk memanjakan lidah.

Untuk Indonesia bagian tengah, Kalimantan juga sangat oke. Disitu ada Lempok Durian khas Pontianak, selain itu Soto Banjar dariBanjarmasin, Chai Kue Pontianak, Bubur Pedas ala Kalimantan Barat, dari Kalimantan Selatan, ataupun Pisang Gapit yang banyak dijumpai di Balikpapan dan Samarinda. Mie Sagu, Gaguduh, dan Tempoyak juga luar biasa enaknya.

Sementara untuk Indonesia timur, Sulawesi juga mampu membuat wisatawan terpukau dengan Coto Makassar, Sop Konro, dan Es Pisang Ijo atau Pallu Butung. Sementara Sulawesi Selatan ada menu ikan Cakalang, Tinutuan dan Bubur Manado dari Sulawesi Utara.Sementara di daerah Maluku ada makanan Papeda. Jika sedang berwisata di Lombok pasti Wisatawan terpukau dengan Ayam Taliwang dan sambal Colo-colo. Selain itu masih banyak lagi kekayaan Kuliner Indonesia. (*/dnl)


wwwwww