Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
12 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Badminton
Wonderful Indonesia 2016

Presiden Jokowi Bakal Tinjau Danau Toba sebagai Progress 10 Top Destinasi Indonesia

Presiden Jokowi Bakal Tinjau Danau Toba sebagai Progress 10 Top Destinasi Indonesia
Danau Toba Sumatera Utara. (net)
Minggu, 28 Februari 2016 21:26 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Presiden Joko Widodo betul-betul concern untuk mewujudkan 10 Bali Baru. Jika tiada halangan pada tanggal 1-2 Maret 2016, orang nomor satu di Republik ini bakal mengunjungi Danau Toba, Sumatera Utara.

Danau Toba merupakan satu diantara 10 top destinasi yang sudah ditetapkan presiden sebagai prioritas pembangunan di sektor pariwisata, untuk menembus target 20 juta wisman di 2019. Dalam setahun terakhir, Presiden Jokowi sudah meninjau dan membuat kebijakan percepatan di banyak destinasi. Sekaligus mempromosikan objek-objek wisata nasional dan menarik minat para investor di bidang hospitality. "Itu adalah bentuk komitmen beliau untuk percepatan pembangunan pariwisata," kata Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Mantan Gubernur DKI itu, juga sudah meninjau Tanjung Lesung Banten, Tanjung Kelayang Belitung, Labuan Bajo NTT, Borobudur Jawa Tengah dan Mandalika Lombok NTB. Tokoh yang pernah memimpin Kota Solo itu juga sudah meluangkan akhir tahunnya ke Raja Ampat, salah satu destinasi wisata bahari yang terbaik di dunia versi CNN International 2015.

"Pada momentum GMT 9 Maret 2016 nanti, Presiden Jokowi juga berencana hadir kembali ke Belitung, karena dari 12 Provinsi yang dilintasi GMT itu, hanya Belitung dan Ternate yang dilewati. Pilihannya ke Belitung dulu," ungkap Menpar Arief Yahya.

Sebelum ke Belitung, Presidan Jokowi hendak meninjau Danau Toba, melihat progresnya sampai di mana. Itu biasa dilakukan oleh CEO sebuah perusahaan dalam menjalankan fungsi C, (controling).

"Progres, Triwulan I 2016, skedul kami Badan Otorita DPN Danau Toba terbentuk. Bulan Maret nanti menunggu Perpres Badan tersebut," ungkap The Marketeer of The Year 2013 itu.

Badan Otorita itu nantinya menurut Menpar, akan diketuai oleh Menko Kemaritiman Rizal Ramli, dan Ketua Pelaksana Harian dirinya sendiri. Adapun anggotanya adalah Menkeu, Mendagri, Men PAN-RB, Mendikbud, Men BUMN, Men PUPR, Menhub, Meneg Perencanaan Pembangunan/Kepala Bapenas, Men ATR, Men LHK dan Gubernur Sumut.

"Langkah strategis percepatan Danau Toba adalah, penetapan Perpres Badan Otorita Toba, dan Perpres Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Triwulan I 2016," tukasnya.

Setelah itu, triwulan II 2016 Penetapan Perpres Zona Badan Otorita atau Zona Otorita. "Badan inilah yang merupakan implementasi dari single destination, single management. Salah satu critical success factor manajemen destinasi Danau Toba," jelas Arief Yahya.

Lebih lanjut, Mantan Dirut PT Telkom ini sudah membentuk Tim Shadow Management untuk kawasan Toba. Mereka yang ikut memikirkan share infrastructure yang bisa dikeroyok bersama-sama untuk menjadikan Toba sebagai destinasi kelas dunia.

Setelah menjalagi serangkaian koordinasi antar kementerian, lanjut Arief, masing-masing sudah sepakat untuk membangun bersama-sama mulai 2016 ini. Dari soal pelebaran jalan dan tol dari Kuala Namu, pelebaran bandara dekat Toba, pembangunan jalan di Pulau Samosir, manajemen karamba dan budidaya ikan tawar, sampai manajemen sampah yang setiap bulan dilempar di danau itu 120 ton."Terima kasih pada Kementerian lain yang juga bekerja sangat cepat," ungkapnya lagi.

Bukan hanya tim Danau Toba yang sudah ditetapkan, tetapi juga 9 destinasi prioritas yang lain. Semua bergerak, tiap hari memberikan progress reportnya.

Tim 10 Destinasi Prioritas itu diketuai Hiramsyah, lalu anggotanya Danau Toba oba Rino Wicaksono, Tanjung Kelayang Fandi Wijaya, Tanjung Lesung Ida Irawati, Kep. Seribu & Kota Tua Budi Faisal, Borobudur Larasati, Bromo-Tengger-Semeru AS Harsawardhana, Mandalika : Taufan Rahmadi, Labuan Bajo Shana Fatina, Wakatobi : Ari Prasetyo dan Morotai Ari Surhendro. ***

wwwwww