Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
24 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
21 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
6 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
5
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Pertarungan DKI 1

Komunikasi Ahok dan Wiranto Berjalan Baik, Syarifuddin Sudding: Ibarat Gula dan Teh Celup

Komunikasi Ahok dan Wiranto Berjalan Baik, Syarifuddin Sudding: Ibarat Gula dan Teh Celup
Ketua DPP Hanura, Syarifuddin Sudding. (net)
Kamis, 17 Maret 2016 16:37 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017, komunikasi antara Ketua Umum Hanura Wiranto dengan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama atau Ahok masih berjalan dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPP Partai Hanura Syarifudin Sudding, yang menyatakan hubungan mereka saat ini cukup hangat. Bahkan ia ibaratkan seperti kombinasi antara teh celup dengan gula pasir.

"Selama ini Ahok dengan Pak Wiranto menjalin hubungan baik, ibarat kata kita minum teh manis, pak Wiranto Gulanya dan Ahok teh celupnya," ungkap Sudding kepada Legislatif.co (GoNews Group) di Gedung DPR Jakarta, Kamis (17/3/2016).

Saat ini, Ahok memang berada dalam radar atau intaian Hanura untuk bertarung di DKI 1 2017 nanti. Bahkan ia menyebutkan, Ahok yang juga mantan Bupati Belitung Timur ini sudah memenuhi tiga prasyarat yang diwajibkan Hanura.

"Selama memimpin Jakarta, Ahok memiliki kapabolitas dan jelas elektabilitas yang tinggi. Ahok sudah memenuhi syarat. Akan tetapi, komunikasi politik tetap berjalan," jelasnya.

Meskipun pihak internal Partai Hanura belum resmi menyatakan dukungan, namun Sudding sudah terang-terangan siap mengantarkan Ahok kembali memimpin ibu Kota. ***

wwwwww