Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
18 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
15 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
15 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
12 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
19 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Menteri Baswedan: Perpustakaan Harus Lebih Kreatif

Menteri Baswedan: Perpustakaan Harus Lebih Kreatif
Menteri Anies Baswedan menyaksikan penandatangan Gerakan Indonesia Gemar Membaca oleh Plt Gubernur Riau.
Jum'at, 18 Maret 2016 11:19 WIB
Penulis: Fahrul Rozi
PEKANBARU - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan mengatakan, di era digital saat ini, perpustakaan harus lebih kreatif agar tidak ditinggalkan. Masyarakat saat ini sudah mudah mengakses bacaan melalui internet, yang membuat kunjungan pustaka berkurang.

Anies mengatakan hal tersebut pada acara sosialisasi Indonesia Gemar Membaca di Gedung Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru Jumat (17/3/2016). "Masyarakat tidak lagi perlu repot-repot mendatangi pustaka membaca buku, tapi cukup mengklik google atau referensi lainnya, sudah selesai," kata Menteri Baswedan.

Meski begitu, Mendikbud RI menegaskan perpustakaan akan tetap menjadi tujuan sebagai taman bacaan jika pustakawan kreatif, inovatif serta mampu membuat sesuatu pemikiran agar masyarakat terpancing untuk datang ke pustaka.

"Perpustakaan sekarang menghadapi tantangan, yakni era digital seperti google. Dengan mudahnya orang mengakses. Pertanyaannya apakah perpustakaan sudah tergantikan," ungkap Mendikbud, saat memberikan paparannya," paparnya.

Menurut Anies, infrastruktur yang lengkap, dipenuhi judul-judul buku dari berbagai karangan. Perpustakaan yang besar bukan jaminan akan didatangi masyarakat untuk menjadi tempat rujukan untuk membaca.

Menteri berharap kegiatan Indonesia Gemar Membaca yang dimulai dari pustaka ini tidak hanya sekedar besar gaungnya pada sosialisasi, tetapi senyap setelahitu.

Disisi lain, Anies sendiri memuju megahnya Gedung Perpustakaan Soeman Hs Riau sebagai satu-satunya di Indonesia.

Pujian juga disampaikan Duta Baca Indonesia Najwa Shihab. Berdasarkan pengamatan ketika mengunjungi berbagai perpustakaan baik Indonesia mau pun luar negeri, ini paling terbaik.

Hadir pada kesempatan ini, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih, Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Riau Yoserizal Zein, Kadisdikbud Dr. H. Kamsol. ***

Kategori:Badminton, Riau, Umum
wwwwww