Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PDIP Rotasi Ribka Tjiptaning ke Komisi VII Usai Tolak Vaksin
Politik
21 jam yang lalu
PDIP Rotasi Ribka Tjiptaning ke Komisi VII Usai Tolak Vaksin
2
Jika Yakin Bersih, MAKI Tantang Herman Herry dan Ihsan Yunus Berani Datangi KPK
Politik
21 jam yang lalu
Jika Yakin Bersih, MAKI Tantang Herman Herry dan Ihsan Yunus Berani Datangi KPK
3
Aksi Kemanusiaan Korban Gempa, IMI Kirim Tiga Truk Makanan ke Sulbar
Politik
21 jam yang lalu
Aksi Kemanusiaan Korban Gempa, IMI Kirim Tiga Truk Makanan ke Sulbar
4
Soal Calon Ketum PB PASI, Teguh Rahardjo: Itu Wewenang Pemilik Suara
Olahraga
6 jam yang lalu
Soal Calon Ketum PB PASI, Teguh Rahardjo: Itu Wewenang Pemilik Suara
5
Indonesia dalam Adangan Bencana, Srikandi NasDem: "Setiap Elemen Masyarakat dapat Berperan dalam Penanggulangan"
DPR RI
13 jam yang lalu
Indonesia dalam Adangan Bencana, Srikandi NasDem: Setiap Elemen Masyarakat dapat Berperan dalam Penanggulangan
6
Mendagri Beri Masukan Calon Kapolri soal Penegakan Hukum yang Tegas
Nasional
12 jam yang lalu
Mendagri Beri Masukan Calon Kapolri soal Penegakan Hukum yang Tegas
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta
Jelang Pertarungan DKI 1

Ini Dia Tokoh Asal Riau yang Siap Hadapi Ahok di Pilkada DKI

Ini Dia Tokoh Asal Riau yang Siap Hadapi Ahok di Pilkada DKI
Calon Gunernur DKI asal Riau, Muhammad Idris Khalid Amir.
Minggu, 20 Maret 2016 21:26 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Bakal Calon (Balon) Gubernur DKI Jakarta kian hari makin ramai. Setelah Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, menyatakan kembali maju dalam Pilgub DKI 2017, beberapa nama sempat muncul sebagai calon tandingan. Salah satunya adalah tokoh asal Provinsi Riau, yang menyatakan kesiapanya maju menjadi Balon Gubernur DKI.

Dengan percaya diri, pria yang lahir di Kota Pasirpengaraian Rokan Hulu Riau pada tahun 6 Mei 1951 satu ini, menyatakan siap bertarung melawan para kandidat lainya.

Tokoh Riau asal Provinsi Riau tersebut yakni Muhammad Idris Khalid Amir atau yang biasa disapa bung Mika. Dirinya memang tidak setenar Ahok, Ridwan Kamil ataupun Yusril Ihza Mahendra, namun dirinya yakin bakal menjadi "kuda hitam" dan keluar sebagai jawara di Pilkada DKI 2017-2022.

Kepada Legislatif.co (GoNews Group) Muhammad Idris juga membeberkan visi dan misinya untuk membangun DKI Jakarta. Dirinya juga yakin bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk ibukota negara.

"Visi saya adalah, menjadikan Provinsi DKI Jakarta, sebagai pusat model pemerintahan yang melaksanakan tata kelola yang baik, bersih, profesional, effesien dan penuh kedamaian. Dimana semua orang bisa menikamati HAM serta persatuan dan taraf kehidupan yang lebih baik," ujar M Idris yang merupakan pendiri Partai Indonesia Baru (PIB), Minggu (20/03/2016) di Jakarta.

Adapun misinya membangun Jakarta, M Idris ingin menciptakan lingkungan yang berkemampuan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan memperdayakan sumber daya manusia yang ada. "Intinya saya akan menjadikan pemerintah Provinsi DKI yang mampu memfasilitasi seluruh elemen dalam proses menjalankan roda pemerintahan," tukas M Idris yang juga pendiri Partai Aliansi Rakyat Miskin Indonesia (PARMI) pada tahun 1998 yang lalu.

Ketika ditanya apakah siap menghadapi para kandidat yang saat ini lebih tenar dan lebih dikenal masyarakat, M Idris dengan tegas mengaku siap. "Kenapa tidak, saya tidak akan mundur dan tidak takut dengan siapapun, karena pemilihan kepala daerah ini kan yang nentukan rakyat," jelasnya.

Dirinya yang saat ini masih aktif sebagai politisi Partai Hanura juga mengaku siap menggandeng partai lain untuk menjadi kendaarannya menuju DKI 1. "Saat ini saya masih menjajaki beberapa partai yang ada, meskipun saya dari Hanura, tetap saja saya harus mencari formasi yang tepat untuk mengusung saya nantinya," cerita Idris, yang pernah menjadi tim sukses Prabowo-Megawati itu.

Pada intinya menurut pria yang pernah menerima penghargaan sebagai pengusaha muda terbaik tahun 1999 ini, dirinya sudah mantap dan yakin bakal bisa mengalahkan Ahok. "Jangankan Ahok, insya allah dengan dukungan masyarakat, semua calon juga bakal kalah sama saya," pungkas Idris seraya berkelakar.

Berikut adalah Profil Singkat Prof. H. Muhammad Idris Khalid Amir

Lahir di Pasirpengaraian Rokan Hulu/06 Mei 1951. Mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat dan SMP negeri Pasirpengaraian. Tamat SMA Negeri 1 Pekanbaru dilanjutkan dengan mengenyam pendidikan di Akademi Bank PTPN Veteran Jakarta.

Kemudian Idris juga melanjutkan belajarnya ke Universitas Indonesia dan Universitas Tri Tunggal Surabaya dengan mengambil jurusan hukum. Kemudian melanjutkan pendidikan dan meraih gelar master Degrees dan Doctorate AGU/ UIPM di Singapura.

Untuk pengalaman kerjanya sudah banyak perusahaan yang ia jajaki, seperti PT National Gobel, PT Indomobil, Astra, Basuki Group dan banyak lagi perusahaan-perusahaan baik dalam dan luar negeri yang pernah ia masuki.

Sedangkan pengalamannya berorganisasi, dirinya pernah aktif di Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia, tahun 1966, Ikatan Pelajar Muhammadiyah tahun 1966-1669. IMM dan HMII pada tahun 1970-1972.

Dalam berpolitik juga sudah banyak pengalamanya, tahun 1998 dirinya mendirikan Partai PARMI, kemudian tahun 1999-2002 tercatat sebagai Pendiri Partai Indonesia Baru (PIB). Dan pernah menjadi Anggota Dewan Partai Persatuan Pembangunan pada tahun 2003-2005.

Muhammad Idris juga dikenal sebagai aktifis dan Ketua Umum Satgas pencegahan iklan rokok, Satgas Pencegahan praktek perjudian dan prostitusi pada tahun 2012.

M Idris juga pernah aktif sebagai Dosen Akademi Pariwisata dan Perhotelan Buana Wisata pada tahun 1980-1984. Dosen Akademi Bank Internasional pada tahun 1980-1982. Menjadi Guru Besar Universitas Siliwangi Rumpun Bekasi, dan terakhir menjadi Rektor Universitas Institute Of Profesional Management pada tahun 2000.

Muhamamd Idris juga pernah menjadi wartawan Media Post-Surya Post- Trans Indonesia pada 1998-2012.

Demikianlah profil singkat Muhammad Idris Khalid, tokoh Riau, putra dari H.T Amir Khalid, yang siap memimpin Provinsi DKI Jakarta 2017-2022 mendatang. (*/dnl)

wwwwww