Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
16 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Dirjen PRL Kementerian Kelautan Wafat Setelah Terinfeksi Corona
Nasional
20 jam yang lalu
3
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
18 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
4
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
16 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
5
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
6
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Asosiasi Pedagang Pasar: Permudah Akses Kredit bagi UKM

Asosiasi Pedagang Pasar: Permudah Akses Kredit bagi UKM
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia yang juga membawahi sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Koperasi dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. (Legislatif.co)
Senin, 21 Maret 2016 13:31 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Target pemerintah untuk menetapkan suku bunga perbankan single digit sampai akhir 2016, kelihatannya sulit dilaksanakan. Meskipun pihak Bank Indonaesia telah menurunkan BI rate tiga kali dari 7,5% menjadi 6,75%.

Dari kalangan perbankan nampaknya perlu waktu untuk menurunkan suku bunganya. Bahkan ada yang menyebut, tiga bulan ke depan, perbankan baru berani menurunkannya.

Itupun, turunnya hanya secuil.Kondisi ini, menurut Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia yang juga membawahi sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Koperasi dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sangatlah memberatkan sektor usaha.

Selain masih tingginya suku bunga khususnya kredit, kata Sandiaga, kalangan pengusaha masih banyak yang mengeluhkan soal berbelitnya akses serta prosedur (kredit).

"Yang penting itu akses nya jangan berbelit-belit, ini kan yang selama INI dikeluhkan bagi pelaku usaha, apalagi UKM, pasti kesulitan," kata Sandiaga di Jakarta, Senin (21/03/2016).

Sandiaga Uno juga mengatakan, meski pemerintah memiliki program mulia bernama KUR (Kredit Usaha Rakyat), namun dinilau belum memadai untuk membangun sektor UKM.

"Yang penting itu UKM. Sekarang yang butuh dana segar, ya UKM. Makanya, kita mau pemerintah lebih memprioritaskan akses pinjaman kepada UKM. Jangan hanya fokus bunga turun tapi akses pinjamannya tetap sulit. Ya, buat apa," tukas Sandiaga. (**/dnl)


wwwwww