Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Asosiasi Pedagang Pasar: Permudah Akses Kredit bagi UKM

Asosiasi Pedagang Pasar: Permudah Akses Kredit bagi UKM
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia yang juga membawahi sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Koperasi dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. (Legislatif.co)
Senin, 21 Maret 2016 13:31 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Target pemerintah untuk menetapkan suku bunga perbankan single digit sampai akhir 2016, kelihatannya sulit dilaksanakan. Meskipun pihak Bank Indonaesia telah menurunkan BI rate tiga kali dari 7,5% menjadi 6,75%.

Dari kalangan perbankan nampaknya perlu waktu untuk menurunkan suku bunganya. Bahkan ada yang menyebut, tiga bulan ke depan, perbankan baru berani menurunkannya.

Itupun, turunnya hanya secuil.Kondisi ini, menurut Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia yang juga membawahi sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Koperasi dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sangatlah memberatkan sektor usaha.

Selain masih tingginya suku bunga khususnya kredit, kata Sandiaga, kalangan pengusaha masih banyak yang mengeluhkan soal berbelitnya akses serta prosedur (kredit).

"Yang penting itu akses nya jangan berbelit-belit, ini kan yang selama INI dikeluhkan bagi pelaku usaha, apalagi UKM, pasti kesulitan," kata Sandiaga di Jakarta, Senin (21/03/2016).

Sandiaga Uno juga mengatakan, meski pemerintah memiliki program mulia bernama KUR (Kredit Usaha Rakyat), namun dinilau belum memadai untuk membangun sektor UKM.

"Yang penting itu UKM. Sekarang yang butuh dana segar, ya UKM. Makanya, kita mau pemerintah lebih memprioritaskan akses pinjaman kepada UKM. Jangan hanya fokus bunga turun tapi akses pinjamannya tetap sulit. Ya, buat apa," tukas Sandiaga. (**/dnl)

wwwwww