Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton
Alutsista TNI Perlu Peremajaan

Terkait Jatuhnya Helikopter Milik TNI, Ketua DPD RI : Wibawa Alutsista Terancam

Terkait Jatuhnya Helikopter Milik TNI, Ketua DPD RI : Wibawa Alutsista Terancam
Ketua DPD RI, Irman Gusman. (foto: Kompas)
Senin, 21 Maret 2016 15:01 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mengaku prihatin dan turut berduka atas jatuhnya Helikopter milik TNI AD di Poso, Sulawesi Selatan.

"Kita prihatin, pertama kita berduka dalam terhadap jatuhnya pesawat ini. Saya harap ini yang terakhir," ungkap Irman di Gedung DPR Jakarta, Senin (21/3/2016).

Menurut Irman Gusman, kejadian ini seakan menyiratkan bahwa Alutsista Indonesia terancam. Untuk itu, seluruh Alutsista TNI harus segera dievaluasi.

"Saya kira ini soal maintenance. Tidak bisa dianggap biasa. Ini menyangkut wibawa alutsista jadi harus evaluasi sistemnya. Alutsista harus miliki standar yang tinggi," kata Irman yang merupakan Senator asal Sumatera Barat ini.

Masih menurut penjelasan Irman, Alutista TNI seharusnya dilakukan pengecekan secara berkala agar kejadian-kejadian sebelumnya bisa dijadikan tolak ukur, dan kejadian tersebut bisa dicegah.

"Kenapa kejadian ini bisa terjadi. Apakah pemeliharaan yang kurang, baik dari skill pilot maupun maintenance," katanya.

Sebelumnya satu helikopter milik TNI-AD jatuh di Dusun Petirobajo, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Minggu (20/3/2016) sekitar pukul 17.55 Wita. Sebanyak 13 orang yang berada di dalam helikopter tersebut dilaporkan tewas. ***

wwwwww