Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
19 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
19 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
19 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Badminton

Niat Bekerja di Medan, Pria Asal Semarang Malah Terlantar di Pelalawan

Niat Bekerja di Medan, Pria Asal Semarang Malah Terlantar di Pelalawan
Ilustrasi
Sabtu, 02 April 2016 10:44 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Sepanjang bulan Maret 2016, Dinas Kesejahteraan Sosial (Diskessos) Pelalawan, Riau, setidaknya telah memulangkan 3 orang terlantar untuk kembali ke kampung halamannya.

"Maret kemarin, sudah ada 3 orang terlantar yang kita pulangkan," sebut Kepala Diskessos Pelalawan, MD Rizal, Jumat (2/3/2016) kemarin.

Untuk pemulangannya, seluruh biaya ongkos perjalanan ditanggung oleh Diskessos. "Mereka kita biayai sesuai ongkos perjalanan yang menjadi daerah tujuan," tandasnya.

Seperti yang dialami oleh Puri Ardiyanto (30) warga Semarang, Jawa Tengah ini. Pria ini mengaku ditinggalkan oleh kawannya yang mengajaknya bekerja di Medan.

"Awalnya, saya diajak kawan untuk bekerja di Medan," tutur Puri mengawali ceritanya.

Sambung Puri, sesampainya di Medan pekerjaan yang dijanjikan oleh temannya tersebut ternyata hanya omong kosong.

"Pekerjaan yang dijanjikan juga tak ada, bahkan uang bekal saya dari Semarang diambil dan meninggalkan saya begitu saja di Medan," ungkapnya.

Karena kehabisan bekal dan tak tahu harus kemana karena tak memiliki saudara ataupun kenalan, Puri akhirnya menjual ponsel miliknya dan laku Rp 170 ribu. Bermodal uang itu, akhirnya Puri bisa sampai di Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

"Saya tiba di Pangkalan Kerinci dan atas arahan warga, saya disarankan datang ke Dinas Sosial," tandasnya.(***)

Kategori:PON, Badminton
wwwwww