Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
17 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
14 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
15 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
11 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
5
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
19 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
6
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
Home  /  Berita  /  Badminton

Sebut Kepemimpinan Djan Faridz yang Sah, Yusril Diminta Evaluasi Partai Sendiri, Jangan Urusi Partai Lain

Sebut Kepemimpinan Djan Faridz yang Sah, Yusril Diminta Evaluasi Partai Sendiri, Jangan Urusi Partai Lain
Yusril Ihza Mahendra
Minggu, 10 April 2016 11:02 WIB
JAKARTA - Juru bicara Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani menyatakan bahwa Yusril Ihza Mahendra yang menyebut PPP yang sah di bawah kepemimpinan Djan Faridz (DF) dinilai tidak tepat. Di mana Muktamar VIII PPP di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Sabtu 9 April 2016 telah memutuskan, Romahurmuziy sebagai ketua umum PPP.

''Pernyataan Yusril yang menyatakan PPP yang sah adalah kubu DF adalah sebuah blunder,'' kata Arsul saat dihubungi, Minggu 10 April 2016.

Arsul menyesalkan pernyataan tersebut disampaikan Yusril yang merupakan ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) yang sedang berusaha untuk menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017.

''Blunder pertama, secara etika politik tidak pada tempatnya seorang ketua umum partai politik lain berkomentar tentang keabsahan kepengurusan parpol lainnya,'' ujar Arsul.

Arsul menyesalkan komentar itu diberikan tanpa mengetahui secara detail dan lengkap persoalan yang melingkupi kepengurusan PPP. ''Blunder kedua, Yusril telah menutup dirinya sendiri dari dukungan mayoritas mutlak struktur PPP di seluruh Indonesia pada umumnya dan DKI pada khususnya. Yang berdiri di belakang kepengurusan PPP yang baru hasil muktamar PPP di Pondok Gede,'' ungkapnya.

Anggota Komisi III DPR RI ini melihat, Yusril tidak tahu bahwa secara struktural maupun akar rumput dan kultural kader PPP tidak berada di belakang Djan Faridz. Keberpihakan Yusril kepada Djan Faridz, menurut Arsul, menunjukkan ketidakpekaan.

''Saran saya, daripada menilai partai lain, lebih baik Yusril mengevaluasi partainya. Karena sebagai intelektual yang menjadi pimpinan partai politik, Yusril belum bisa menunjukkan kemampuannya mengangkat partainya. Bahkan, untuk sekadar mendapat kursi di DPRD DKI, Yusril tidak mampu mempersembahkan kepada partainya,'' tutur Arsul. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:viva.co.id
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Badminton
wwwwww