Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Dinas Perindustrian Ingatkan Bahaya Carbon Manoksida Beracun di Birem Bayeun

Dinas Perindustrian Ingatkan Bahaya Carbon Manoksida Beracun di Birem Bayeun
Pihak Distamben Aceh saat melakukan penelitian ke kawasan endapan batubara di Desa Birem Keude, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.
Rabu, 13 April 2016 19:30 WIB
Penulis: Asra

ACEH TIMUR - Asap yang ditimbulkan akibat terbakarnya secara alami endapan batubara di Desa Birem Keude, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur ternyata berbahaya bagi kesehatan masyarakat sekitar.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun GoAceh.Co di kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UKM Aceh Timur, Rabu (13/4/2016) menyebutkan, dari hasil penelitian dan survei tim Distamben Provinsi Aceh baru-baru ini ke lokasi, asap yang ditimbulkan dari pembakaran endapan batubara itu mengandung Carbon Monoksida (CO) yang berbahaya bagi pernapasan warga sekitar.

"Sesuai dengan surat edaran dari Distamben Aceh, kita telah melakukan sosialisasi bagi masyarakat dan tokoh masyarakat serta Muspika sempat, untuk meminta masyarakat sekitar tidak mendekati lokasi terbakarnya endapan batubara," kata Muzakir ST, Kabid Pertambangan dan Energi Dinas Perindutrian, Pertambangan dan Energi Aceh Timur.

Katanya, terbuktinya bahwa asap tersebut ditimbulkan akibat endapan batubara, setelah tim Distamben Aceh turun ke lokasi melakukan survei dan penelitian.

Hasil penelitian menyebutkan menyebutkan asap yang dikeluarkan dari tanah tersebut merupakan endapan batubara, pada formasi Julu Rayeu (QTjr) dan diperkirakan penyebaran batu bara itu bersifat lensa.

"Berdasarkan surat edaran dari Distamben Aceh yang kita terima, jenis batubara yang dijumpai adalah Lignit (Brown Coal). Dengan ciri-ciri berwarna hitam kecokelatan, dengan material terkompaksi, namun masih sangat rapuh, dan masih terlihat struktur serat kayu. Batubara tersebut telah terbakar secara alami. Dari hasil temuan itu juga terkandung jenis gas CO dengan konsentrasi 215 ppm," sebut Muzakir.

Diperindagkop Aceh Timur melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk tidak mendekati lokasi tersebut karena Carbon Monoksida (CO) yang ditimbulkan dari asap tersebut, sangat berbahaya dan dapat mengganggu saluran pernafasan, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.

"Terkait persoalan ini, kita telah menyurati Distamben Aceh, kemudian pihak Distamben Aceh telah menyurati Kementerian ESDM, guna meminta bantuan penanganan lebih lanjut," pungkas Muzakir ST. (asr)


Editor:Ridwan Iskandar
Kategori:Badminton, PON
wwwwww