Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
Ekonomi
10 jam yang lalu
Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
2
Tino-Mustamsikin Siap Bangkitkan Ekonomi Kendal Lewat Barista dan Industri Kopi
Peristiwa
11 jam yang lalu
Tino-Mustamsikin Siap Bangkitkan Ekonomi Kendal Lewat Barista dan Industri Kopi
3
PBFI Sumut Manjakan Atlet Binaraga Lewat Safari Road Show
Olahraga
23 jam yang lalu
PBFI Sumut Manjakan Atlet Binaraga Lewat Safari Road Show
4
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
MPR RI
3 jam yang lalu
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
5
Menginap di Hotel bersama Pacar, Mahasiswi Terjun dari Lantai 4
Peristiwa
22 jam yang lalu
Menginap di Hotel bersama Pacar, Mahasiswi Terjun dari Lantai 4
6
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Kesehatan
3 jam yang lalu
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Home  /  Berita  /  Hukum

Duh, Kenal di Facebook dengan Pria Ngaku Polisi, Ujung-ujungnya Malah 'Dikerjai'

Sabtu, 16 April 2016 12:24 WIB
Penulis: Chairul Hadi
duh-kenal-di-facebook-dengan-pria-ngaku-polisi-ujungujungnya-malah-dikerjai
PEKANBARU - Rani Novita hanya bisa gigit jari. Uang sebesar Rp2.850.000 yang ditransfernya kerekening pria yang ia kenal lewat jejaring sosial Facebook dan mengaku anggota polisi, raib begitu saja. Ia pun melaporkan kasus ini ke Mapolresta Pekanbaru, Riau.

Meski sudah banyak aksi tipu-tipu beredar di jejaring sosial, namun tidak membuat Rani meragukan kejujuran AM, pria yang baru ia kenal via Facebook. Pria itu bahkan mengaku anggota polisi, mungkin dengan maksud meyakinkan korbannya.

Cukup lama saling kenal, AM mulai melancarkan 'serangannya' terhadap Rani. Dia meminjam uang korban dengan alasan untuk biaya perpindahan (mutasi, red) ke Mapolda Riau. Informasi yang dirangkum GoRiau.com di kepolisian, uang ini bernominal Rp2.850.000.

Tanpa keraguan sedikitpun, Rani akhirnya menyanggupi. Dia mentransfer uang itu ke rekening polisi gadungan tersebut melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

"Pelaku ini berjanji akan mengembalikan uang itu setelah tiba di Pekanbaru. Itu alasannya. Namun sampai sekarang, yang bersangkutan ternyata tidak bisa dihubungi," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, Sabtu (16/4/2016) siang.

Merasa diPHP (Pemberi Harapan Palsu, red) oleh aparat gadungan tersebut, Rani pun akhirnya membuat laporan resmi ke kepolisian. "Masih kita telusuri. Kalau pengakuan korban, kejadiannya sekitar empat bulan lalu. Setelah itu terduga pelaku menghilang dan tidak bisa dihubungi. ***

Kategori:Hukum
wwwwww