Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton
Wonderful Indonesia 2016

Menpar Arief Yahya Dukung Kerjasama PHRI dengan Pihak Citilink

Menpar Arief Yahya Dukung Kerjasama PHRI dengan Pihak Citilink
Ilustrasi Citilink. (antara)
Kamis, 21 April 2016 14:16 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bersama maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia sepakat melakukan kemitraan untuk mendorong pertumbuhan industri pariwisata. Sinergi dua kekuatan itu akan dijalin melalui penyediaan paket wisata.

Kerjasama PHRI dan Citilink merupakan merupakan kerjasama yang mewakili unsur-unsur penting dalam industri pariwisata. Ada kolaborasi perhotelan dan penerbangan yang mampu menghasilkan multiplier effect. Mulai dari mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi menstimulasi berbagai sektor produksi serta memberikan konstribusi langsung bagi pembangunan. Penandatanganan nota kesepahaman sudah dilakukan di Nusa Dua, Bali, Rabu (20/4/2016).

“Citilink memiliki banyak penumpang, rute dan bisa membuka destinasi. Sementara PHRI memiliki banyak hotel dan restoran. Kalau ini dikombinasikan, bisa dibuat paket,” papar Presiden dan CEO Citilink, Albert Burhan, Kamis (21/4/2016).

Ada paket khusus yang sudah disiapkan untuk memanjakan wisatawan. Dari mulai harga tiket yang terjangkau hingga paket menginap di jaringan hotel di bawah naungan PHRI sudah disiapkan. Semua diberikan dengan harga terjangkau.

“Destinasi yang akan dituju adalah daerah yang masih lemah dan perlu lebih digenjot dalam hal promosi, namun memiliki aksesibilitas dan potensi wisata,” tambah Burhan.

Terkait ini, Burhan mengaku akan menyelaraskan dengan 10 destinasi wisata baru yang diusung Kementerian Pariwisata seperti Wakatobi, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur dan Morotai. “Itu akan disesuaikan dengan mempertimbangkan profit dan kesiapan infrastruktur destinasi Tanah Air. Karena Mandalika, Morotai dan Tanjung Lesung belum bisa didarati Airbus,” ujar Burhan.

Sementara itu Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani mengatakan bahwa pihaknya merencanakan target sekitar 20 ribu kamar hotel per malam terisi selama satu bulan di 20 destinasi yang akan diterbangi oleh Citilink.“Dalam setiap tahun kami tawarkan dua paket. Pertama Februari saat ‘low season’, berikutnya Juni-Juli saat Ramadhan,” ucapnya.

Program kerja sama itu akan lebih difokuskan pada saat musim sepi kunjungan atau “low season” dengan sistem tendem yang dinilai lebih praktis dibandingkan sistem “bundling” yang dinilainya lebih merepotkan secara teknis.

Menpar Arief Yahya menyambut baik kerjasama PHRI dan Citilink itu. Pariwisata Indonesia sangat tergantung pada 3A, akses, atraksi dan amenitas. "Kerjasama itu akan memperkuat akses atau connectivity menuju destinasi pariwisata Indonesia, yang rata-rata berada di pulau-pulau yang membutuhkan jembatan udara," kata Arief Yahya.

LCC - low cost carrier merupakan solusi terbaik untuk menaikkan jumlah kunjungan wisata ke destinasi itu. Terutama 10 top destinasi yang saat ini sedang dikembangkan sebagai 10 "Bali Baru" yang diharapkan menjadi penguat posisioning pariwisata Indonesia. "Kami akan bantu promosikan besar-besaran," janji Menpar Arief Yahya. (*/dnl)

wwwwww