Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
7 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
6 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
10 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
6 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
7 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Badminton

DPR RI Tidak Melarang Pemberian Uang Transport dan Makan Siang dari Paslon dalam Pilkada

DPR RI Tidak Melarang Pemberian Uang Transport dan Makan Siang dari Paslon dalam Pilkada
Ketua Komisi II DPR RI, Rambe Kamarul Zaman. (Daniel/GoNews Group)
Rabu, 27 April 2016 15:00 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Komisi II DPR RI hari ini memutuskan beberapa persoalan terkait UU Pilkada. Salah satunya adalah tidak adanya larangan bagi pasangan calon (Paslon) Kepala Daerah yang melakukan sosialisasi ke desa-desa.

Dalam putusan tersebut, Komisi II DPR RI sepakat, jika dalam bersosialisasi Paslon memberikan uang transportasi atau sekedar makan siang, maka tidak dikategorikan dalam politik uang.

"Sosialiasasi paslon ini sangat penting, khususnya di pedesaan biasanya warga itu tak mau kumpul kalau tidak ada konsumsi, misalnya makan siang atau uang transportasi. Nah ini yang kita sepakati tadi, bahwa setiap paslon diperbolehkan dengan syarat acara sosialisasi tersebut diadakan siang hari dan wajib memberikan pendidikan politik selain memaparkan visi dan misinya," tutur Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarul Zaman kepada Legislatif.co, Rabu (27/04/2016).

Namun kata Rambe, dalam acara sosialisasi dengan warga tersebut juga ada batasan-batasan tertentu, misalnya tidak diperbolehkan hanya membuat acara hura-hura saja. "Ya tujuanya kan sosialisasi, kalau hanya disuguhin acara dangdutan, atau hiburan saja ya itu kami sepakat tidak boleh. Karena intinya acara sosialisasi adalah pendidikan politik kepada masyarakat. Yang kedua masalah pemberian baju kaos misalnya, nah ini masih menjadi perdebatan, karena jika pemberian baju atau kaos ini bisa mempengaruhi warga dalam memilih paslon maka dikategorikan sebagai politik uang," jelasnya.

Nah khusus pembahasan mengenai politik uang, nanti malam atau besok, Komisi II DPR RI menurut Rambe, akan kembali mengambil keputusan. "Intinya khusus masalah politik uang belum dapat diputuskan, masih menunggu rapat nanti malam," jelasnya. ***

wwwwww