Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

Kadis Pendidikan Bireuen: Mencoret Baju Seragam Usai UN, Itu Bukan Budaya Pelajar

Kamis, 05 Mei 2016 11:31 WIB
Penulis: Joniful Bahri
kadis-pendidikan-bireuen-mencoret-baju-seragam-usai-un-itu-bukan-budaya-pelajarKadis Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs Nasrul Yuliansyah MPd. (Foto: Joniful Bahri)
‎ BIREUEN - Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs Nasrul Yuliansyah MPd meminta seluruh sekolah SMA di Bireuen untuk mengadakan zikir dan tausiah, setelah memberikan informasi kelulusan ujian nasional (UN) kepada siswa.

“Dengan hura-hura dan euforia berlebihan saat merayakan kelulusan itu tidak akan menyalamatkan siswa yatim dan pendidikan anak-anak miskin yang sangat membutuhkan uluran tangan kita,” kata Nasrul kepada GoAceh.co, Kamis (5/5/2016).

Terlebih, lanjut dia, aksi menyemprot dan mencoret coret baju saat merayakan kelulusan adalah bukan "budaya Islami" serta bukan budayanya pelajar Bireuen, bahkan hal tersebut sangat mubazir.

“Lihatlah diluar sana masih banyak teman kalian yang tidak berpakaian, banyak teman kalian yang berpakaian robek ke sekolah,” harapnya.

Untuk itu dia meminta pihak sekolah melalui Organisasi Sekolah (OSIS) untuk mengumpulkan pakaian layak pakai, guna disumbangkan kepada siswa yang kurang mampu dan membutuhkan.

“Osis di sekolah diminta mengumpulkan pakaian seragam sekolah  untuk disumbangkan pada siswa yatim/miskin yang sangat dibutuhkan saat ini,” pintanya.

Tidak hanya sekolah, orang tua siswa juga dihimbau untuk dapat memberikan arahan kepada anaknya supaya tidak melakukan coret-coret pakaian pada saat pengumuman kelulusan. (Jon)

Editor:Oriza
Kategori:Aceh, Badminton, Umum, PON
wwwwww