Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
14 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Home  /  Berita  /  Badminton

MPR: Menjaga Perairan Wilayah Perbatasan Selain Antisipasi Rompak, Juga Bagian dari Suksesnya MEA

MPR: Menjaga Perairan Wilayah Perbatasan Selain Antisipasi Rompak, Juga Bagian dari Suksesnya MEA
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. (GoNews Group)
Kamis, 12 Mei 2016 13:32 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Kesepakatan antara Pemerintah Indonesia, Malaysia dan Filipina guna menjaga wilayah perbatasan khususnya daerah perairan yang rawan rompak, dinilai sangat perlu dan harus segera dilaksanakan.

Wakil Ketua MPR Ri, Hidayat Nur Wahid, dalam kesempatan berbincang dengan awak media di Gedung DPR/MPR Senayan mengatakan, patroli bersama antar negara sangat diperlukan. Supaya tidak terjadi lagi kasus-kasus penyanderaan seperti di Filipina.

"Supaya daerah ini tidak dijadikan daerah kekuasan para perompak, ya harus segera dilakukan penjagaan. Kita apresiasi langkah-langkah yang sudah disepakati antara pihak pemerintah Filipina ,Indonesia dan Malaysia untuk melakukan patroli bersama," ungkapnya, Kamis (12/05/2016).

Menurutnya, kerjasama antar negara sangatlah penting, dan menurutnya kalau bisa juga melibatkan Singapura, Thailand dan negara-negara terdekat lainya.

"Daerah yang sekarang ini di perairan antara Indonesia ,Malaysia dan Filipina. sehingga penting untuk dilakukan kegiatan penjagaan bersama, karena itu juga bagian dari mensukseskan MEA. Masyarakat ekonomi ASEAN tidak akan sukses kalau kawasan-kawasan di negara ASEAN tidak aman, kalau kemudian pihak-pihak negara di Asean bisa menghadirkan patroli kebersamaan ataupun membuat suatu pakta Pertahanan bersama atau pakta patroli bersama dan sukses, ini saya kira akan menjadi bagian memberikan harapan atau penguatan untuk suksesnya program masyarakat ekonomi ASEAN itu sendiri," pungkasnya. ***

wwwwww