Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Razia Simbol PKI, Hidayat Nur Wahid: Tindakan TNI Harus Berlandaskan Hukum

Razia Simbol PKI, Hidayat Nur Wahid: Tindakan TNI Harus Berlandaskan Hukum
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. (GoNews Group)
Kamis, 12 Mei 2016 13:06 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Dalam beberapa minggu terakhir, kembali heboh soal maraknya atribut atau simbol-simbol PKI dikalangan masyarakat. Bahkan pihak aparat keamanan juga menemukan toko penjual atribut berlogo palu arit ciri khas PKI.

Melihat hal ini Pemerintah juga tidak tinggal diam, Presiden Joko Widodo langsung memberikan perintah kepada TNI/Polri untuk merazia seluruh atribut dan pergerakan PKI di Indonesia.

Mengenai hal ini, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid kepada GoNews Group mengatakan, instruksi Presiden patut diapresiasi, namun dirinya berpesan agar TNI dan Polri dalam pergerakanya harus sesuai dengan aturan hukum.

"Perintah yang disampaikan perintah dari Pak Jokowi untuk TNI Polri juga Jaksa Agung, untuk kemudian melakukan tindakan terhadap kerawanan dengan munculnya simbol-simbol PKI dan atau kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada apa yang dilarang oleh TAP MPR tahun 66 mengajarkan marxisme-komunisme dan komunisme, haruslah sesuai hukum yang berlaku," ungkap Hidayat, Kamis (12/05/2016) di Komplek DPR/MPR Senayan Jakarta.

"Jadi ini merupakan bagian-bagian yang saya kira memang, siapa pun mestinya harus berdasarkan pada hukum ya , bukan represi. TNI Polri harus bergerak dengan landasan-landasan hukum yang kuat , sehingga dengan demikian pemberantasan organisasi yang terlarang dalam konteks organisasi Indonesia juga memiliki landasan hukum juga," timpalnya.

Dengan demikian kata Hidayat, dirinya berharap TNI/Polri dalm melakukan kegiatan-kegiatan yang berdasarkan hukum dan sesuai dengan tupoksinya.

"TNI jangan dibawa untuk ikut melakukan penggusuran, seperti yang terjadi di Kalijodo, Luar batang, Pasar Ikan dan lain sebagainya , yang kemudian akan menghadirkan kritik terhadap TNI. Semestinya yang beginian dihindari oleh TNI, landasan hukumnya gak jelas," pungkas dia. ***

wwwwww