Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
23 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
2
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
21 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
3
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
24 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
4
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
21 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
5
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
6
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
22 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Waduh, Pemeran Video Mesum Masuk Daftar Kepengurusan DPP Golkar, Kok Bisa?

Waduh, Pemeran Video Mesum Masuk Daftar Kepengurusan DPP Golkar, Kok Bisa?
Selebaran daftar nama pengurus Golkar yang beredar. (Rimanews)
Rabu, 25 Mei 2016 21:05 WIB
JAKARTA- Selebaran yang berisi nama-nama pengurus DPP Partai Golkar 2014-2019 di bawah kepemimpinan Setya Novanto (Setnov) memasukkan nama Yahya Zaini.

Yahya Zaini merupakan mantan anggota DPR RI periode 2004-2009 diberhentikan karena melakukan perbuatan mesum bersama seorang artis, Maria Eva pada November 2006 lalu.

Dalam selebaran yang beredar, Yahya Zaini yang merupakan Tim Sukses Setya Novanto pada Munaslub Partai Golkar lalu di Bali ditempatkan sebagai Ketua Bidang Hubungan Legislatif dan Lembaga Politik.

Pada Munaslub, Yahya Zaini terlihat mondar mandir di arena Munaslub sebagai timses Setya Novanto. Selain itu, juga terdapat nama pengurus yang pernah menghuni "hotel Prodeo"? seperti Fadh El Fouz Arafiq. 

Fadh pernah divonis 2,5 tahun oleh Pengadilan Tipikor Jakarta pada 11 Desember 2012 dalam kasus suap Rp Rp5,5 miliar kepada anggota DPR, Wa Ode Nurhayati.

Duit itu dimaksudkan agar Nurhayati meloloskan proposal alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) untuk tiga kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam pada 2011. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rimanews
Kategori:PON, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww