Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
15 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
9 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
10 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
15 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
9 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Dewan Aceh Selatan ini Minta Warga Waspadai Predator Seksual

Dewan Aceh Selatan ini Minta Warga Waspadai Predator Seksual
Ilustrasi
Kamis, 26 Mei 2016 16:27 WIB
Penulis: Al Fahd Radi Fahlefi
TAPAKTUAN – Maraknya kejahatan seksual di daerah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan dari Fraksi Partai Aceh (PA), Tgk Adi Zulmawar ikut bicara. Dia mengingatkan masyarakat lebih waspada, karena kasus itu bisa terjadi kapan dan di mana saja.

Kata Adi Zulmawar, Pemerintah baru saja tadi malam menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Perppu dikenal hukum Kebiri itu mengatur tentang hukuman bagi pelaku kejahatan seksual anak.

"Ironisnya, di daerah kasus kejahatan seksual terhadap anak terjadi terus terjadi meski Perppu baru diteken Presiden. Kejadian terbaru di Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, anak kelas SD 1 jadi korban pencabulan," ungkap Tgk Adi Zulmawar, Kamis (26/5/2016).

Dia khawatir kepada generasi muda, khususnya kaum hawa. Sebab itu, dia meminta peristiwa ini mesti diwaspadai semua komponen, orang tua, guru di sekolah dan tokoh masyarakat. Hindari diri dari intaian predator agar kejahatan seksual yang menghancurkan masa depan anak tersebut segera berakhir.

Menurut politisi sekaligus ulama di kecamatan Sawang itu, jadikanlah kasus pencabulan yang menimpa murid kelas I SD ini sebagai pengelaman pahit dan yang terakhir. Semoga semua pihak dapat mengawasi generasi muda serta memberi pendidikan agama dengan baik. Sehingga tidak terbius perbuatan mungkar dan tindak kriminal lainnya, termasuk narkotika.

“Saya juga berharap penegak hukum menindak pelaku seadil-adilnya sesuai peraturan yang berlaku. Ini sebagai pelajaran kepada yang lain agar tidak terinspirasi. Jangan beri celah kelonggaran, jika terbukti bersalah maka proseslah secara hukum,” pinta Adi Zulmawar seraya memberi apresiasi kepada polisi yang bertindak cepat.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Beladiri, Badminton
wwwwww