Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
17 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
14 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
15 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
11 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
19 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Gempa Bumi 6.5 SR yang Berpusat di Pesisir Selatan Terasa di Seluruh Bengkulu dan Sumbar, Ini Analisa BMKG

Gempa Bumi 6.5 SR yang Berpusat di Pesisir Selatan Terasa di Seluruh Bengkulu dan Sumbar, Ini Analisa BMKG
Ilustrasi lokasi gempa di Pesisir Selatan Sumbar. (BMKG)
Kamis, 02 Juni 2016 09:42 WIB
JAKARTA - Kamis pagi (2/6/2016), gempabumi tektonik mengguncang seluruh wilayah Sumatera Barat dan Bengkulu. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terjadi pada pukul 05.56.01 WIB dengan kekuatan M=6,5 dengan episenter terletak pada koordinat 2,29 LS dan 100,46 BT, pada kedalaman hiposenter 70 kilometer.

Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Kamis (2/6/2016) dalam situs resmi BMKG, menyatakan, efek gempabumi yang didasarkan oleh Peta Tingkat Guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Solok, Painan, Muko-Muko dalam skala intensitas IV-V MMI (II SIG-BMKG).

Sementara itu di daerah Bengkulu dan Padang guncangan dirasakan dalam skala intensitas IV MMI (II SIG-BMKG). Di daerah Kepahiang dan Padang Panjang guncangan dirasakan dalam skala intensitas III-IV MMI (II SIG-BMKG), dan di Kabupaten Agam dan Kabupaten Limapuluh Kota, guncangan dirasakan dalam skala intensitas III MMI (II SIG-BMKG). Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat gempabumi ini.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia dengan hiposenter terletak di Zona Benioff bagian atas.

"Karena hiposenter berada di kedalaman 70 kilometer maka gempabumi ini disebut sebagai gempabumi menengah, sehingga wajar jika guncangan gempabumi ini memiliki spektrum guncangan yang dapat dirasakan pada wilayah yang luas," tutur Daryono.

Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh mekanime penyesaran naik (thrust fault), sehingga dalam hal ini patut kita syukuri bahwa gempabumi yang terjadi pada kedalaman menengah sehingga tidak berpotensi tsunami.

Terkait peristiwa gempabumi Bengkulu-Sumatera Barat tadi pagi, hingga laporan ini dibuat pada pukul 08.00 WIB belum ada aktivitas gempabumi susulan (aftershocks), untuk itu masyarakat dihimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG.

"Khusus masyarakat di daerah pesisir barat Sumatera, dihimbau agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab karena gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.***

Editor:Calva
Sumber:BMKG
Kategori:Sumatera Barat, Badminton, Olympic
wwwwww