Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
21 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
16 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Pelarangan Puasa di China, Tantowi Yahya: DPR dan Pemerintah Akan Menyuarakan ke Dunia Internasional

Pelarangan Puasa di China, Tantowi Yahya: DPR dan Pemerintah Akan Menyuarakan ke Dunia Internasional
Anggota DPR RI fraksi Golkar Tantowi Yahya. (istimewa)
Kamis, 09 Juni 2016 11:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Pelarangan puasa bagi umat muslim di China, mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk Anggota DPR dari fraksi Golkar, Tantowi Yahya.

Dikonfirmasi Legislatif.co (GoNews Group), Tantowi mengaku kecewa dengan aturan yang dilakukan pemerintah China tersebut.

"Agama itu adalah hak privat setiap manusia. Negara wajib melindungi hak rakyatnya untuk melaksanakan perintah agamanya. Pelarangan itu sungguh memprihatinkan," ungkapnya, Kamis (09/06/2016) di Jakarta.

Sebagaimana negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, menurut Tantowi Yahya, Indonesia harus bicara dengan otoritas di China.

"Pemerintah dan DPR akan berjalan bersamaan dalam komunikasi dengan China tentang keprihatinan tersebut. Pemerintah dan DPR harus bersama-bersama menyuarakan keprihatinan ini ke China," jelasnya.

Ditanya kapan pihak pemerintah dan DPR akan menyuarakan hal itu, Tantowi menjawab. "Saya rasa segera. Dalam minggu ini akan kami rapatkan di BKSAP," pungkasnya. ***

wwwwww